Mengenal Sekolah Maung SMAN 1 Purwakarta: Jalur Masuk, Syarat IQ, hingga Gandeng Dosen PTN

PURWAKARTA, RAKA – SMAN 1 Purwakarta resmi sebagai Sekolah Maung atau sekolah berkonsep Manusia Unggul oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penunjukan tersebut setelah sekolah melalui proses verifikasi ketat terkait prestasi akademik, non-akademik hingga kualitas lulusan.
Staf Humas SMAN 1 Purwakarta, Prima Wulan Meirani mengatakan, status Sekolah Maung bukan secara tiba-tiba, melainkan melalui proses penilaian dari berbagai pihak.
“Jadi sebelumnya memang sudah ada wacana,” ujar Prima, Rabu (20/5).
Baca Juga: Hari Kedua SPMB 2026, SDN 5 Ciseureuh Purwakarta Sudah Terima 8 Siswa
Menurutnya, proses verifikasi mencakup banyak aspek, mulai dari capaian akademik siswa, prestasi non-akademik, hingga rekam jejak lulusan yang berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Apakah ada prestasi akademiknya, non-akademiknya, kemudian ada alumni yang kuliah di luar negeri atau tidak. Kebetulan syarat-syarat itu ada semua di kami,” katanya.
Prima menjelaskan, transformasi Sekolah Maung akan terlihat dari sistem penerimaan siswa baru hingga metode pembelajaran di sekolah.
Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Purwakarta hanya membuka tiga jalur penerimaan, yakni prestasi akademik, prestasi non-akademik, dan jalur CIBI atau Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa.
Untuk jalur CIBI, calon siswa diwajibkan memiliki hasil tes IQ minimal 130. Selain itu, penilaian juga akan mempertimbangkan nilai rapor sebesar 40 persen dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 60 persen.
Sementara jalur prestasi akademik hanya untuk siswa berprestasi melalui nilai rapor maupun ajang seperti OSN dan O2SN dengan minimal capaian tingkat provinsi. Sedangkan jalur non-akademik mencakup kategori kejuaraan dan kepemimpinan.
Prima menuturkan, pendaftaran SPMB SMAN 1 Purwakarta akan berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026. Adapun pengumuman hasil seleksi jatuh pada 8 Juni 2026.
“Pendaftarannya tanggal 25 sampai 29 Mei, lalu pengumumannya tanggal 8 Juni. Jadi hanya satu tahap saja,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini pihak sekolah masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait pelaksanaan Sekolah Maung dan SPMB tersebut.
Selain perubahan sistem penerimaan siswa, SMAN 1 Purwakarta juga akan menghadirkan pola pembelajaran berbeda melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri ternama.
Kerja sama tersebut nantinya memungkinkan hadirnya dosen tamu dari PTN untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Tonton Juga: Bapak Dan Anak Mendadak Bisu
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwakarta, Sidik Tamsil menyambut positif penunjukan sekolahnya sebagai Sekolah Maung. Menurutnya, program tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi sekolah dalam mencetak generasi unggul.
“Kami menerima dengan senang hati karena dengan adanya siswa-siswa berprestasi ini, kami berharap kualitas anak-anak juga semakin unggul,” ujar Sidik.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas tidak hanya dari siswa, tetapi juga tenaga pendidik di sekolah.
“Kalau anak-anaknya bagus, guru-gurunya juga harus bagus. Jadi dimungkinkan akan ada asesmen terhadap kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, ”katanya.
Pada tahun ajaran baru nanti, SMAN 1 Purwakarta akan membuka 12 rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas sesuai hasil sosialisasi awal dari pemerintah provinsi.
Sidik berharap, Sekolah Maung dapat melahirkan siswa-siswa berkualitas yang mampu bersaing dan bisa masuk perguruan tinggi negeri domestik dan perguruan tinggi luar negeri top 200 QS.
“Harapannya kami bisa membersamai mereka menjadi anak-anak yang berkualitas dan banyak yang masuk di PTN domestik dan PT luar negeri. Karena arahan dari Pak Gubernur, Sekolah Maung ini siswanya harus bisa kuliah semua,” pungkasnya. (yat)



