HEADLINEKarawang
Trending

Menhub Dudy Purwagandhi: Operasional KRL Bekasi Timur Dibuka Kembali Setelah Hasil Clearance KNKT

Radarkarawang.id-  Setelah kecelakaan maut, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan operasional KRL Bekasi Timur dibuka kembali setelah hasil clearance KNKT.

Pemerintah melalui Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menegaskan penanganan korban menjadi prioritas utama dalam insiden kereta di wilayah Bekasi Timur.

Total korban tercatat sebanyak 106 penumpang, terdiri dari 15 meninggal dunia dan 91 luka-luka. 53 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, 38 lainnya sudah pulang. ‎

‎Dudy menyampaikan, pemerintah memastikan seluruh korban memperoleh penanganan optimal. Ia menambahkan, operasional KRL buka kembali setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi.

Termasuk, lanjutnya, menunggu hasil clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). ‎”Saat ini, proses uji coba sarana, sistem persinyalan, serta kesiapan stasiun masih terus dilakukan,” tegasnya, Rabu (29/4).

Baca Juga: Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Tabrak KRL, 15 Orang Meninggal Dunia

‎‎Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengatakan, permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan terdampak.

Proses evakuasi berlangsung secara bertahap dengan kehati-hatian tinggi selama kurang lebih 10 jam guna memastikan seluruh penumpang tertangani dengan baik.

‎‎KAI juga melakukan penanganan sarana, termasuk evakuasi rangkaian KRL. Dalam tahap pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun beroperasi lagi sejak Selasa (27/4) pukul 01.30 WIB.

Sementara jalur hulu tetap aman dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam sesuai rekomendasi keselamatan. Sehingga perjalanan tetap bisa berlangsung baik.

‎‎KAI bersama regulator dan pihak terkait terus melakukan evaluasi menyeluruh serta mendukung proses investigasi oleh KNKT terkait penyebab kecelakaan ini.

Upaya peningkatan keselamatan juga, lanjut Bobby Rasyidin, menjadi fokus, termasuk penertiban perlintasan sebidang dan pemenuhan standar keselamatan operasional di lapangan.

‎‎Dalam masa pemulihan, KAI menyiagakan dua posko selama 14 hari, yakni di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban kecelakaan.

Posko juga terdapat di Stasiun Gambir guna melayani pelanggan kereta api jarak jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.

‎Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, memastikan seluruh pelanggan terdampak dari kecelakaan tetap mendapatkan pelayanan maksimal dari petugas KAI.

KAI juga, lanjut Anne, memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi perjalanan yang batal dengan pembaruan informasi secara berkala.

‎‎Sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada 29 April 2026 dibatalkan.  ‎“KAI memastikan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar operasional dapat kembali berjalan normal,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button