KARAWANG, RAKA- Jalan Tuparev tidak hanya ramai dengan warung-warung angkringan di pinggir jalan. Meski aktivitas ekonomi ramai, namun ada sisi lain Jalan Tuparev. Sering terjadi tawuran dan banyak motor minuman berserakan.
Setiap malam tiba, jalanan Tuparev bukan sepi malah tambah ramai. Banyak warung-warung angkringan menjajakan aneka jajanan. Bahkan, semakin malam jalanan ini semakin ramai hingga dini hari dipenuhi muda-mudi.
Namun, ada sisi lain yang cenderung negatif tumbuh seiring ramainya jalan ini. Beberapa waktu lalu terjadi beberapa kali keributan dengan alasan yang tidak jelas. Terbaru, ada pemandangan yang membuat miris. Botol-botol yang diduga bekas minuman keras digantung di salah satu tiang listrik.
Botol-botol tersebut bukan digantung oleh pengunjung Jalan Tuparev di malam hari, tapi dipasang oleh warga sekitar Jalan Tuparev yang resah dengan aktivitas di jalanan pusat niaga di Karawang ini.
Hampir setiap pagi, warga terutama pemilik toko menemukan bekas botol tersebut berserakan. Keresahan semakin memuncak, akhirnya botol-botol tersebut dipajang di tiang listrik.
Kepala Satpol PP Kabupaten Karawang Basuki Rachmat melalui Kasi Opsdal Tata Suparta mengatakan, pihaknya turun ke lokasi setelah menerima informasi adanya gangguan ketertiban umum.
Selain membersihkan botol-botol yang digantung warga, petugas juga memberikan edukasi agar penyampaian aspirasi dilakukan tanpa mengganggu ketertiban, kebersihan, dan estetika lingkungan.
”Saat kami akan menurunkan botol-botol tersebut sempat ada penolakan dari warga. Mereka menganggap itu merupakan bentuk penyampaian pendapat karena setiap pagi lingkungan mereka dipenuhi botol-botol bekas yang diduga botol minuman keras,”katanya, Sabtu (27/6).
Menurutnya, setelah diberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, warga akhirnya memahami dan mengizinkan petugas menurunkan botol-botol tersebut.
Dari hasil keterangan di lapangan, warga mengaku sengaja menggantung botol-botol bekas sebagai bentuk kekecewaan lantaran berulang kali menemukan botol serupa di sekitar rumah mereka. Aksi itu dilakukan untuk menarik perhatian agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
Namun demikian, Tata menegaskan dugaan mengenai asal-usul botol tersebut belum dapat dipastikan. Satpol PP tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sebelum ada pembuktian.
”Bahasanya tetap diduga. Kami tidak bisa langsung menyimpulkan hanya berdasarkan pengakuan warga. Bisa saja ada pihak yang sengaja membawa botol dari tempat lain lalu mengikatnya di tiang listrik dengan motif tertentu atau sekadar membuat konten. Semua itu harus dibuktikan,”terangnya.
Ia menambahkan, Satpol PP akan meningkatkan patroli rutin di titik-titik yang rawan gangguan ketertiban. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan melaporkan setiap dugaan pelanggaran melalui kanal pengaduan resmi.
”Fokus kami adalah menindaklanjuti setiap laporan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum serta menjaga kebersihan dan keindahan wilayah perkotaan. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar persoalan seperti ini bisa ditangani secara cepat dan tepat,”tutupnya. (zal)



