
Kalau kamu lagi jalan-jalan ke Kudus, ada satu kuliner yang wajib banget dicobain: Nasi Jangkrik. Tenang, meskipun namanya unik, makanan ini sama sekali nggak pakai serangga jangkrik, kok. Ini adalah kuliner legendaris yang konon sudah ada sejak zaman Sunan Kudus dan masih bertahan melintasi zaman.
Nasi Jangkrik punya ciri khas yang sangat tradisional, yaitu dibungkus menggunakan daun jati. Isiannya terdiri dari nasi putih dengan lauk daging kerbau yang dipotong dadu, lalu disiram bumbu khas dan sambal goreng yang menggugah selera.
Muhammad Syukron, salah satu narasumber yang memahami seluk-beluk kuliner ini, menjelaskan apa saja isi di dalam sebungkus nasi legendaris tersebut. “Nasi jangkrik ini memang kuliner khas Kudus yang sudah ada sejak zaman Sunan Kudus. Isinya nasi, daging kerbau yang dimasak bumbu jangkrik, dan sambal goreng,” kata Muhammad Syukron.
Bukan cuma soal rasa yang nikmat, Nasi Jangkrik ini punya nilai sejarah yang sangat kuat. Kabarnya, menu ini adalah salah satu makanan favorit dari Sunan Kudus. Karena itulah, kuliner ini tetap dijaga kelestariannya hingga sekarang, terutama dalam acara-acara besar keagamaan.
“Dulu Sunan Kudus sangat menyukai masakan ini. Makanya sampai sekarang masih dilestarikan, terutama saat acara Buka Luwur,” tambah Muhammad Syukron.
Salah satu yang bikin Nasi Jangkrik terasa spesial dan berbeda dari nasi bungkus lainnya adalah aroma wanginya. Rahasianya ada pada penggunaan daun jati sebagai pembungkus. Selain memberikan aroma yang sedap, daun jati ternyata punya fungsi praktis untuk menjaga kualitas makanan.
“Bungkus daun jati ini memberikan aroma yang khas dan membuat nasi lebih awet,” jelas Syukron.
Hingga kini, Nasi Jangkrik tetap menjadi primadona yang dicari banyak orang, baik warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Kretek. Kuliner ini bukan sekadar pengganjal perut, tapi juga cara masyarakat Kudus merawat warisan budaya dari sang wali.


