Karawang
Trending

Nekat Melintas di Jalan Raya, Forklift di Karawang Nyaris Terjun dari Jembatan!

KARAWANG, RAKA- Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit kendaraan alat berat jenis forklift nyaris terjun dari Fly Over Bypass Karawang pada Selasa siang (14/4). Insiden ini diduga kuat terjadi akibat faktor kelelahan dan kelalaian pengemudi saat mengoperasikan kendaraan di jalan umum.

‎‎Kepala Dinas Perhubungan Karawang, Muhana mengatakan, bahwa peristiwa bermula saat forklift tersebut dalam perjalanan pulang setelah disewa oleh salah satu perusahaan hingga malam hari. ‎”Diduga pengemudi mengalami kelelahan dan mengantuk sehingga kehilangan fokus dan kendali atas kendaraannya. Saat kehilangan kendali, pengemudi sempat panik dan melompat dari kendaraan karena takut terjatuh dari jembatan,”katanya, Selasa (14/4).‎

‎Akibat benturan tersebut, sambungnya, pengemudi mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di klinik terdekat. Pihak Dishub masih menunggu laporan medis lebih lanjut untuk memastikan apakah korban mengalami luka berat atau ringan.

‎Menanggapi keberadaan alat berat di jalan raya, Muhana menegaskan bahwa secara aturan, forklift tidak diperbolehkan melaju di jalan umum. Hal tersebut disebabkan kendaraan ini memiliki kecepatan terbatas yang dapat mengganggu arus lalu lintas. ‎

“Seharusnya, alat berat seperti forklift atau ekskavator (beko) diangkut menggunakan kendaraan khusus mobilisasi, bukan dikemudikan langsung di aspal jalan raya dan  dimensinya yang besar dan fungsinya yang spesifik untuk mengangkat beban berat membuatnya sangat berbahaya jika terjadi human error di jalan umum,” paparnya.

‎‎Kecelakaan ini tidak hanya melukai pengemudi, akan tetapi juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik. Saat ini, kendaraan tersebut telah diamankan oleh pihak berwenang.

‎”Kami tahan dulu kendaraannya agar pihak pemilik atau penyewa bertanggung jawab. Kami tidak ingin mereka lepas tanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan. Perbaikan harus dilakukan sebelum kendaraan kami lepaskan,” tegasnya.

‎‎Muhana mengimbau, kepada seluruh perusahaan agar lebih ketat dalam mematuhi prosedur mobilisasi alat berat. Meskipun selama ini terdapat unsur toleransi, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pengguna jalan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas demi menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang. (zal)

Related Articles

Back to top button