Purwakarta
Trending

Musim Hujan Hama Serang Tanaman

PURWAKARTA, RAKA – Intensitas hujan yang meningkat di wilayah Purwakarta mendorong UPTD Perlindungan Tanaman (Perlintan) Dispangtan memperketat pengawasan terhadap potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Untuk mempercepat respons di lapangan, tim Pengendali OPT (POPT) telah disiagakan di seluruh 17 kecamatan.

‎Kepala UPTD Perlintan, Wawan Hermawan, menjelaskan bahwa pengendalian OPT dilakukan menyesuaikan laporan dan kondisi faktual di lahan pertanian. Setelah menerima laporan dari petani, tim langsung diterjunkan untuk menilai tingkat serangan.

‎“Dari hasil pengamatan, kami menentukan pola pengendalian yang paling tepat, baik menggunakan pestisida kimia maupun agens hayati,” ujar Wawan saat ditemui di kantor UPTD BPP Tegalonder, Kelurahan Nagri Kidul, Kamis (11/12).

‎Ia menekankan bahwa penggunaan pestisida tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengikuti prinsip 6 Tepat:m yaitu tepat sasaran, jenis, dosis, waktu, cara, dan lokasi. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pengendalian tetap efektif tanpa menimbulkan dampak berlebihan.

‎“Alokasi pestisida diberikan sesuai kebutuhan. Petani juga kami bimbing agar pemakaiannya tetap bijak,” katanya.

‎Memasuki musim hujan, beberapa OPT yang diprediksi meningkat di antaranya wereng batang coklat (WBC), penggerek batang, penyakit blas, serta tikus. Namun intensitas serangan tikus cenderung menurun dibanding saat kemarau. Wawan menambahkan, efektivitas pestisida pada musim hujan memang lebih pendek.

‎“Kalau hujan turun setelah penyemprotan, daya kerja pestisida biasanya hanya bertahan satu sampai dua hari. Ini membuat petani harus melakukan penyemprotan ulang,” jelasnya.

‎Untuk pengendalian jangka panjang, Perlintan tengah mengembangkan metode refleksi aromatik, yaitu pemasangan aroma penghalau hama pada fase awal pertumbuhan tanaman. Inovasi yang sedang diuji coba di lahan UPTD itu menunjukkan hasil positif. Metode tersebut direncanakan akan diperkenalkan secara lebih luas kepada petani.

‎“Dalam satu kali pemasangan, aromanya bisa bertahan hingga dua bulan dan cukup efektif menekan serangan tikus maupun burung sampai panen,” ucapnya.

‎Wawan mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan komunikasi antara petani dan petugas lapangan. Ia meminta petani segera melapor jika menemukan gejala serangan OPT.

‎“Pelaporan cepat sangat membantu kami melakukan tindakan pengendalian sebelum serangan meluas,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button