Karawang
Trending

PKBM Karawang: Solusi Sekolah Paket Sambil Kerja

KARAWANG,RAKA – Kesibukan bekerja tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Karawang kini menerapkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel melalui kelas reguler, kelas karyawan, hingga pembelajaran daring dan penugasan agar warga belajar tetap dapat menyelesaikan pendidikan kesetaraan.

Penilik Pendidikan Masyarakat Kabupaten Karawang, Nata Priatna, mengatakan sistem tersebut diterapkan untuk menyesuaikan kondisi warga belajar yang sebagian telah bekerja. Dengan begitu, peserta didik tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus meninggalkan pekerjaannya.

“Mode pembelajaran di PKBM ada tiga, yaitu tatap muka atau reguler, kelas karyawan, dan pembelajaran daring. Selain itu, ada juga sistem penugasan atau modul bagi warga belajar yang kesulitan hadir secara langsung,” ujarnya.

Menurut Nata, sejak awal peserta didik akan menentukan pola belajar yang sesuai dengan aktivitas mereka melalui kontrak belajar. Bagi warga yang bekerja dan memiliki waktu terbatas, PKBM memberikan pilihan pembelajaran secara daring maupun melalui penyelesaian tugas sehingga proses belajar menjadi lebih fleksibel.

“Bagi yang sudah bekerja tentu tidak mungkin setiap hari datang ke PKBM setelah pulang kerja. Karena itu kami memberikan pilihan belajar secara daring atau melalui modul dan penugasan agar mereka tetap bisa menyelesaikan pendidikan,” katanya.

Ia menjelaskan, PKBM juga membuka kelas karyawan apabila dalam satu perusahaan terdapat sejumlah pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan kesetaraan. Melalui sistem tersebut, proses belajar dapat dilakukan secara bersama-sama dengan jadwal yang disesuaikan.

Selain memberikan kemudahan dalam pembelajaran, PKBM juga melayani pendidikan kesetaraan mulai dari Paket A setara SD, Paket B setara SMP, hingga Paket C setara SMA. Program ini menjadi kesempatan kedua bagi masyarakat yang sebelumnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.

Nata menambahkan, fleksibilitas pembelajaran di PKBM diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk kembali bersekolah, terutama bagi mereka yang sempat putus sekolah karena harus bekerja atau terkendala kondisi ekonomi.

“Dengan sistem yang lebih fleksibel, kami berharap masyarakat tidak lagi ragu untuk melanjutkan pendidikan. Siapa pun tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah meskipun sudah bekerja,” pungkasnya.(asy)

Related Articles

Back to top button