
PURWAKARTA, RAKA – Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta memperkuat koordinasi pengelolaan sekolah melalui rapat koordinasi (rakor) bersama wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan jenjang SMP se-Kabupaten Purwakarta, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter siswa, serta penguatan tata kelola sekolah.
Rakor yang diselenggarakan melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar tersebut berlangsung di Aula SMPN 1 Purwakarta. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi untuk wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan siang untuk wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.
Pembagian sesi dilakukan agar pembahasan lebih terarah sesuai tugas masing-masing. Selain menyamakan persepsi mengenai kebijakan pendidikan, kegiatan ini menjadi ruang koordinasi antara Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr. Dede Supendi, M.Pd., hadir sebagai narasumber bersama sejumlah kepala seksi di lingkungan bidang tersebut.
Dede menegaskan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan pendidikan menjadi praktik pengelolaan sekolah yang efektif dan berdampak langsung terhadap peserta didik.
“Pengelolaan pendidikan yang bermutu tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan di tingkat dinas atau kepemimpinan kepala sekolah. Diperlukan kerja kolaboratif seluruh unsur sekolah, termasuk wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan. Keduanya memiliki peran penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan berkualitas sekaligus membentuk peserta didik yang berkarakter, berdisiplin, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Kurikulum SMP Harus Berorientasi pada Kualitas Pembelajaran
Dalam pembahasan bidang kurikulum, Dede menjelaskan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran perlu diselaraskan dengan kebijakan pendidikan serta kebutuhan belajar peserta didik.
Menurutnya, kurikulum tidak semestinya hanya dipandang sebagai dokumen administratif. Lebih dari itu, kurikulum harus menjadi pedoman untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, relevan, dan mampu mengembangkan kompetensi siswa.
Karena itu, wakil kepala sekolah bidang kurikulum didorong memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan terarah serta melakukan evaluasi secara berkala untuk mengetahui kebutuhan perbaikan di sekolah masing-masing.
Pembinaan Kesiswaan Diperkuat untuk Membentuk Karakter Siswa
Selain kurikulum, rakor juga membahas peran bidang kesiswaan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Pembinaan siswa tidak hanya berkaitan dengan penerapan tata tertib, tetapi juga mencakup penguatan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, penghargaan terhadap keberagaman, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran yang baik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Sekolah tidak hanya bertugas mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan integritas, kepedulian, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Karena itu, pengelolaan kurikulum dan pembinaan kesiswaan harus saling terhubung, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tambah Dede.
Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari proses pembelajaran di kelas, tetapi juga dari terciptanya iklim sekolah yang mendukung perkembangan karakter dan tanggung jawab peserta didik.
Hasil Rakor Diminta Diterapkan di Sekolah
Dede juga mendorong agar koordinasi antara Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan dilakukan secara berkelanjutan serta berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di sekolah.
Setiap satuan pendidikan perlu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, menentukan prioritas perbaikan, menjalankan program secara konsisten, dan mengevaluasi hasilnya berdasarkan kebutuhan serta bukti yang tersedia.
“Jangan sampai koordinasi berhenti pada pertemuan dan penyampaian informasi. Hasil rakor harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di sekolah, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dan dievaluasi secara berkala. Keberhasilan program pendidikan pada akhirnya harus terlihat dari meningkatnya kualitas pembelajaran, membaiknya iklim sekolah, dan berkembangnya karakter positif peserta didik,” tegasnya.
Melalui rakor tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta berharap para wakil kepala sekolah dapat memperkuat sinergi dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar pengelolaan sekolah lebih adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap kebutuhan siswa, serta konsisten dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta memperkuat pembinaan pendidikan dasar melalui koordinasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas pengelola sekolah. Dengan pengelolaan kurikulum yang berkualitas dan pembinaan kesiswaan yang terarah, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung lahirnya generasi berprestasi serta berkarakter. (yat)



