
Radarkarawang.id – Warga Kampung Malangnengah Wetan, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, dibuat geger saat pagi buta pada Kamis (20/3).
Pasalnya, Mantan Ketua Ormas Gabungan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Purwakarta Asep Budi Kusnadinata (52) ditemukan tewas bersimbah darah di halaman depan rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB.
Diketahui korban tewas tersebut, langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi guna mengetahui lebih detail penyebab kematiannya.
Korban diduga menjadi sasaran pembunuhan keji oleh seorang pelaku yang masih buron.
Menurut keterangan Sandra, kerabat korban yang tewas, kejadian bermula saat Budi sedang beristirahat di ruang tengah rumahnya.
Baca Juga : Ratusan Guru Honorer Belum Terima Gaji Selama Tiga Bulan
Dirinya yang sedang berada di kamar mandi, lantas bergegas keluar setelah mendengar adanya keributan dan menemukan Asep dalam kondisi terluka parah.
“A Budi ngejar pelaku keluar rumah, saya teriak minta tolong, tapi a Budi sudah banyak luka terus banyak darah juga,” ujar Sandra di lokasi, Kamis (20/3).
Korban mengalami luka sabetan senjata tajam di tangan, pelipis mata, dada, serta luka tusuk di bagian perut.
Meski sudah terluka, Budi sempat berusaha melawan dan mengejar pelaku hingga keluar rumah.
Namun, upayanya berakhir tragis. Pelaku, yang diduga mengenakan penutup kepala dan masker, membawa senjata tajam.
Sandra mengaku tidak mengenali pelaku dan menegaskan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban.
“Dia pakai kupluk dan penutup muka, bawa pisau. Saya tidak kenal siapa dia,” katanya.
Ivan Adi Gunawan, Ketua RW 10, menambahkan bahwa pelaku sempat meminta alamat rumah korban kepada warga sekitar.
“Ada laporan dari warga bahwa pelaku menanyakan alamat rumah korban dan meminta diantar ke Jatiluhur setelah kejadian,” ujar Ivan.
Tonton Juga : WNI BISA JADI PNS, GURU TK DI NORWEGIA
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengantongi indentitas pelaku dan tengah melakukan penyelidikan intensif. Dia tengah memberu pelaku yang membuat mantan Ketua GMBI tersebut tewas.
“Identitas pelaku sudah kami ketahui, tetapi kami masih mengejar keberadaannya,” ujar Arwin. (yat)