Blanko Kartu Kuning di Kotabaru Kehabisan

PELAYANAN : Suasana pelayanan di Kantor Camat Kotabaru. Saat ini kartu kuning yang mejadi salah satu syarat para pelamar kerja blankonya tengah kosong.

KOTABARU, RAKA – Usai kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Pelayanan pembuatan Kartu Kuning di Kecamatan Kotabaru meningkat. Namun, untuk stok blanko sudah habis, oleh karenanya banyak masyarakat pulang kembali akibat tidak kebagian blanko kartu kerja.

“Usai kelulusan sekolah sampai sekarang, pembuatan kartu kuning meningkat secara signifikan,” ucap Operator Perekaman KTP-El Kecamatan Kotabaru Asep Saepudin, kepada Radar Karawang, Rabu (24/6).

Bayangkan saja, meski ada pembatasan jam kerja akabat dampak virus corona. Masih dikatakan Asep, dalam satu hari yang membuat kartu kuning bisa mencapai 25 orang yang membuat kartu tanda kerja. “Walapun pelayanan dibatasi sampai jam 12:00 WIB, warga yang ingin membiat kartu kuning selalu banyak,” tuturnya.

Ia mengaku, karena terlalu banyak, untuk stok blanko di kecamatan sudah habis, oleh karenanya banyak warga yang pulang lagi akibat tidak mendapatkn blanko. “Kasihan sama masyarakat yang tidak kebagian blanko. Saya sudah mengajukan ke Dinas Ketenagakerjaan untuk menyedikan stok blanko ke kecamatan. Namun, blankonya sudah habis,” akunya.

Menurutnya, harus ada penambahan blanko untuk kartu kuning. Agar masyrakat tidak kesulitan untuk membuat kartu tersebut. “Habisnya, sudah tiga hari lalu. Karena blonko sudah habis di kecamatan, kita arahkan warga untuk membuat di Dinas Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Ririn (19), warga Desa Pucung mengaku, seharusnya pemerimtah bisa menambah stok blonko di kecamatan. Sebab, jika harus membuat ke kantor Dinas Ketenagakerjaan, jaraknya sangat jauh dan bisa mengeluarkan uang besar untuk biaya trasportasi. “Udah susah cari kerja, bikin kartu kuning susah juga. Harus pergi jauh ke Karawang,” pungkasnya. (acu)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *