Istri Kosim Sempat Ditahan Rumah Sakit

AKHIRNYA PULANG: Istri Kosim sudah kembali di rumahnya di Desa Wancimekar setelah sempat ditahan salah satu rumah sakit di Klari karena tidak sanggup bayar biaya rumah sakit.

Tak Sanggup Bayar Biaya Rp8,5 Juta

KOTABARU, RAKA – Setelah beberapa hari ditahan oleh pihak rumah sakit, akhirnya warga Dusun Krajan RT02/02 Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru bisa kembali pulang. Warga Dusun Krajan RT02/02 Kosim mengatakan, Kamis lalu istrinya menjalankan proses persalinan di salah satu rumah sakit di Klari. Karena tidak memiliki biaya ia berniat menggunakan kartu KIS sebagai jaminan. Tanpa ia sadari bahwa istrinya sudah terdaftar BPJS kelas 1 di perusahaan tempat kerjanya dulu. “Jadi kedua-duanya tidak bisa digunakan soalnya istri saya sudah tidak kerja di pabrik lagi,” ucapnya, saat berbincang dengan Radar Karawang, Kamis (2/12).

Ia menambahkan, sampai Kamis (2/12) pagi, tagihan rumah sakit yang harus ia bayar sebesar Rp8.500.000, sedangkan ia tidak memiliki uang sebanyak itu. Ia juga sempat mengurus Jamkesda Karawang Sehat dengan PSM Wancimekar, namun terjadi kesulitan karena ia mengakui kesalahanya yang tidak memeriksa terlebih dahulu kondisi kartu KIS dan BPJS yang tidak bisa digunakan. “Pak lurah juga sampai datang ke sini untuk membantu agar istri saya ini bisa secepatnya pulang, namun pihak rumah sakit meminta haknya,” tambahnya.

Kosim mengaku, berkat pemerintah desa dan pemuda setempat yang membuka komunikasi dengan Kapolres Karawang, akhirnya ia bersama istri dan anaknya dapat pulang ke rumah. “Alhamdulillah tadi saya disuruh pulang sama rumah sakit, dan kata pemuda setempat saya bisa pulang karena dibantu sama Kapolres. Jadi diizinkan pulang tanpa ada pungutan biaya,” akunya.
Sementara itu Pemuda Wancimekar Sodikin mengungkapkan, pihaknya bersama PSM Wancimekar sudah mangurus dan mengajukan data keluarga Kosim di Karawang Sehat, namun jaminan berlaku terhitung sejak tanggal pendaftaran. “Jadi tagihan Rp8,5 juta itu tagihan di luar jaminan KS,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, berdasarkan informasi Kosim, istri dan anaknya dapat pulang karena bantuan Kapolres Karawang yang menelpon langsung pihak rumah sakit. Bahkan tadi malam Kapolres juga sempat menghubungi ketua RT setempat dan menanyakan kebenaran istri Kosim yang tidak dapat pulang karena tidak mampu melunasi tagihan rumah sakit. Ia juga meminta kepada UPTD Puskesmas Kotabaru untuk merekomendasikan rumah sakit yang dinilai mudah dan baik untuk melakukan koordinasi “Karena kita menilai rumah sakit ini sulit bernegosiasi meskipun petugas siap bertanggungjawab untuk mengurus biaya tagihan meskipun melalui jamkesda atau sebagainya, tapi Puskesmas Kotabaru sering menjadikan rumah sakit ini sebagai rujukan. Untung ada bantuan Kapolres, jadi Kosim dan istrinya bisa pulang ke rumah lagi,” pungkasnya (mal)