Kopi dan Rokok Picu Hipertensi

CIKAMPEK, RAKA – Meminum kopi sambil menghisap sebatang rokok sudah menjadi kenikmatan tersendiri, terutama bagi kaum Adam. Meski begitu, ada efek yang berbahaya bagi kesehatan. Promkes UPTD Puskesmas Cikampek Wiwi mengatakan, kopi sudah bukan menjadi minuman sehari-hari, bahkan dalam sehari saja seseorang akan merasakan sakit pada bagian kepala jika tidak meminum segelas kopi. “Dan kasus seperti ini banyak dialami oleh orang-orang terdekat kita, bahkan diri kita sendiri yang sudah memiliki candu meminum kopi,” ucapnya kepada Radar Karawang, Rabu (10/11).

Ia menambahkan, dasarnya kopi dan rokok masing-masing dapat berpengaruh pada kesehatan jantung. Keduanya dapat meningkatkan risiko kekakuan pada pembuluh darah, yang dapat berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih besar. “Kalau dikonsumsi bersamaan, bisa berbahaya bagi jantung. Ini karena kandungan nikotin dalam rokok bisa meningkatkan kerja jantung jadi lebih cepat, sedangkan kafein pada kopi pun sama. Lalu, keduanya juga bisa menimbulkan hipertensi,” tambahnya

Ia mengaku, selain mengancam jantung, rokok juga menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis lainnya terutama kanker. Sedangkan pada perempuan, berbagai senyawa racun dalam rokok juga bisa mengganggu pertumbuhan janin selama masih berada dalam kandungan. Selain itu, banyak penelitian mengungkap bahwa kopi memang bisa mempengaruhi kebiasaan merokok. “Seseorang yang sedang ingin berhenti merokok sering gagal gara-gara masih minum kopi, yang dalam ingatannya terlanjur lekat dengan aktivitas merokok,” akunya.

Masih dikatakannya, untuk meninggalkan kebiasaan meminum kopi dan merokok tentu tidak mudah, apalagi bagi pekerja keras. Maka dengan itu, seseorang bisa mengurangi kebiasaan ngopi dan merokok sehingga potensi kerusakan tubuh lebih kecil. “Artinya kita berusaha untuk memperhatikan kesehatan, perlu proses sedikit demi sedikit untuk meninggalkan kebiasaan ngopi dan merokok secara bersamaan ini,” pungkasnya. (mal)