Kotabaru Sudah Mulai Musim Tanam

OLAH LAHAN : Petani Kotabaru saat mengolah lahan dengan traktor.

KOTABARU, RAKA – Usai panen beberapa bulan lalu di wilayah Kecamatan Kotabaru, kini sudah mamasuki musim tanam. Sejumlah petani pun terlihat tengah menggarap lahan yang akan ditanami padi.

Deden, salah satu petani warga Desa Wancimekar mengatakan, sebenarnya musim panen sudah dimulai dari akhir bulan April kemarin, bertepatan dengan bulan Ramadan dan libur panjang di Hari Raya Idul Fitri. “Baru beberarapa hari lalu saya mulai ngegarap lahan sawah kembali. Soalnya kemarin masih silaturahmian dulu, halal bihalalan,” ujarnya, kepada Radar Karawang, Senin (1/6).

Ia menjelaskan, agar hasil panen bisa bagus, maka cara penanamannya harus baik dan benar. Salah satunya, dengan merendam benih padi dengan air garam dan telur. setelah itu, padi yang mengapung di buang. “Padi yang bagusnya dibersihkan kembali untuk menghilangkan larutan garamnya serta disimpan selam dua hari. Setelah itu ditaburkan ke lahan pesawaan yang sudah ditraktor sampai menunggu tumbuh selama 20 hari,” terangnya.

Selain itu, jika sudah tumbuh atau terlihat hijau, lahan yang sudah semai ditraktor kembali untuk ditandur. Cara tandurnya juga jangan sembarangan, harus mengikuti arahan dari penyuluh UPT Pertanian Kecamatan Kotabaru. “Setelah itu baru dikasih perawatan dengan memberikan pupuk sesuai kadarnya sampai menunggu hasil 100 untuk masa panen,” tuturnya.

Ia mengaku, sekarang dirinya sedang melakukan pengolahan tanah untuk ditaburi benih padi dengan mentraktor lahan pesawahan. Menurutnya, kesediaan pupuk yang ada di wilayahnya dinilai bagus, karena mudah untuk membelinya. “Kami tidak kesulitan mencari pupuk di kios, jadi perawatannya bisa terjaga, semoga hasil panennya bisa memuaskan dan harga gabhnya bisa mahal, jangan sampai anjlok kaya kemarin, harga gabah mencapai Rp39.000 per kg,” akunya.

Sementara itu, salah satu petani lainnya, Kusnadi, warga Desa Wancimekar menyampaikan, untuk lahan pertanian yang ada di wilayah tersebut, sudah masuk ke musim tanam. “Sekarang saya lagi membajak lahan yang akan ditanam menggunakan traktor,” katanya.

Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Kotabaru Sugianto mengaku, untuk stok pupuk yang ada di wilayah kerjanya setiap tahun tidak terjadi kekurangan, karena dalam pegajuan pengadaan pupuk, disesuaikan dengan kebutuhan para petani. “Alhamdulillah, di Kotabaru belum pernah kekurangan pupuk,” pungkasnya. (acu)

Recommended For You

About the Author: Mang Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *