Lindungi Petani dari Risiko Cuaca Ekstrem, YASI Kenalkan Asuransi Parametrik

Dialog antara petani dengan pengelola asuransi.

BANYUSARI, RAKA- Cuaca ekstrem yang tak menentu, bisa berisiko bagi dunia pertanian. Untuk melindungi petani dari ancaman gagal panen karena cuaca, Yayasan Agri Sustineri Indonesia (YASI) kenalkan Program Climate Insurance for Smallholder Farmers in Indonesia (CISFI) dan Sosialisasi Asuransi Parametrik Berbasis Indeks Cuaca untuk pertanian padi.

Cuaca ekstrim sangat berpotensi menganggu sektor pertanian, terutama padi. Hal ini bisa berdampak kerusakan pada tanaman. Ditambah, masih terbatasnya pengetahuan tentang budidaya pertanian yang tepat, dan akses terhadap alat manajemen risiko pertanian membuat petani semakin terpapar dan rentan terhadap guncangan terkait risiko iklim.

Demi meningkatkan ketahanan pangan dan membantu petani kecil dalam kegiatan dan investasi pertanian padi, YASI dan PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) bekerja sama memperkenalkan program asuransi pertanian berbasis parametrik atau CISFI. Program CISFI merupakan bentuk dukungan atas pengembangan pasar asuransi pertanian nasional sesuai arahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) untuk memacu asuransi pertanian komersial. “Program ini mendapatkan dukungan dari InsuResilience Solutions Fund (ISF), yang dikelola oleh Frankfurt School of Finance & Management (FS) dan dibiayai oleh KfW Development Bank atas nama Pemerintah Jerman,” kata Ketua Yayasan Agri Sustineri Indonesia, Teddy Tambu, disela sosialisasi pada petani di Kecamatan Banyusari, Senin (5/6).

Diteruskannya, asuransi ini baru digulirkan di Karawang dan akan disosialisasikan di 10 kecamatan terlebih dahulu. Di wilayah Karawang Utara terdiri dari Tirtamulya, Lemahabang, Talagasari, Jatisari dan Banyusari dan Karawang Selatan seperti Klari, Pangkalan, Tegalwaru, Telukjambe, dan Ciampel. “Asuransi ini berbasis indeks cuaca. Kalau sekarang musim kering, berarti produknya untuk melindungi dari kekurangan curah hujan, jadi untuk meminimalisir resiko kekeringan. Program ini, berjalan dari masa tanam Juni, Juli sampai Agustus,” paparnya.

Nanti di bulan berikutnya, lanjut Teddy, ada produk lain lagi disesuaikan dengan kondisi cuaca, seperti musim hujan. Petani yang terdaftar diasuransi ini akan mendapatkan pertanggungan sebesar Rp3.500.000 jika terjadi hal yang tak diinginkan. Besaran preminya sebesar 4 persen dari jumlah pertanggungan. “Preminya itu 4 persen dari Rp3.500.000. Tapi, kami akan berikan subsidi sebesar 60 persen,” ucapnya.

Untuk bergabung dengan asuransi ini, tambah Teddy, petani bisa mendaftar melalui Pancer Tani atau pengusaha mikro pertanian yang ada diwilayahnya. “Kami membuat program Pancer Tani, yaitu pembinaan kelompok usaha petani. Jadi, nanti yang mau daftar asuransi ini bisa melalui Pancer Tani. Kalau di Banyusari sudah ada kios yang tergabung di Pancer Tani,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Talunjaya Durahman, menuturkan adanya asuransi ini akan sangat membantu bagi petani, terutama dari ancaman kegagalan dari pertanian. Karena akan mendapatkan pertanggungan untuk modal pertanian. Hanya saja dia meminta, kedepan programnya dikembangkan tidak hanya melindungi petani dari risiko cuaca, tapi juga risiko gangguan hama. “Bagus, ini akan membantu petani,” singkatnya. (asy)