Purwakarta
Trending

Rahasia SMA PGRI 1 Purwakarta Cetak Generasi Unggul Lewat Budaya Pancawaluya

PURWAKARTA, RAKA – Pemandangan berbeda terlihat setiap pagi di SMA PGRI 1 Purwakarta. Bukan sekadar rutinitas masuk kelas, interaksi hangat berupa senyum, sapa, dan salam justru menjadi gerbang awal pembentukan karakter siswa.

‎Sekolah yang berlokasi di Jalan RE Martadinata No. 87 tersebut menanamkan nilai moral melalui konsep Pancawaluya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut menjadi upaya nyata menyeimbangkan kecerdasan akademik dan pembentukan kepribadian.

‎Kepala sekolah, Neni Anggraeni, menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar nilai. Ia mengatakan bahwa karakter justru menjadi fondasi utama bagi masa depan siswa.

‎“Nilai Pancawaluya harus benar-benar hadir dalam keseharian. Ini bukan sekadar slogan, tetapi prinsip hidup yang membentuk kepribadian siswa,” ujarnya, Selasa (5/5).

‎Ia menjelaskan, lima nilai utama yakni cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (tangguh), diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sekolah. Menurutnya, pembiasaan sederhana justru menjadi langkah paling efektif.

‎“Kami memulai dari hal kecil, seperti membiasakan senyum, sapa, dan salam. Dari situ tumbuh rasa saling menghargai,” katanya.

‎Secara tidak langsung, budaya tersebut membentuk lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Interaksi antara guru dan siswa terlihat lebih cair, namun tetap menjunjung tinggi etika dan sopan santun.

‎Neni juga menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dilihat dari capaian akademik. Ia menambahkan bahwa sikap dan integritas memiliki peran lebih besar dalam menentukan kualitas generasi muda.

‎Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan karakter. Menurutnya, peran orang tua sangat krusial dalam membentengi anak dari pengaruh negatif di tengah perkembangan zaman.

‎“Orang tua harus hadir dalam proses ini. Komunikasi yang baik akan membantu anak tetap berada di jalur yang positif,” tegasnya.

‎Pendekatan yang diterapkan sekolah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai perubahan sikap siswa terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

‎Seorang warga, Ahmad (45), mengungkapkan bahwa siswa dari sekolah tersebut dikenal lebih ramah dibanding sebelumnya. Ia menyebut kebiasaan sederhana seperti menyapa memberikan kesan yang kuat.

‎“Siswa di sini sekarang sopan dan ramah. Kebiasaan kecil itu terasa dampaknya,” ujarnya

‎Hal serupa disampaikan Siti (39) yang merasakan suasana lingkungan menjadi lebih tertib dan harmonis.

‎“Anak-anaknya tidak hanya cerdas, tapi juga punya sikap yang baik. Kami sebagai warga tentu bangga,” ungkapnya. (yat)

Related Articles

Back to top button