
PURWAKARTA, RAKA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Ciwareng, Kabupaten Purwakarta, mengalami lonjakan signifikan. Tingginya permintaan pembeli membuat harga sapi meroket hingga jutaan rupiah per ekor.
Dua hari sebelum Idul Adha, pasar hewan terbesar di wilayah Purwakarta itu dipadati pembeli dari berbagai daerah di Jawa Barat. Sejak pagi, para calon pembeli tampak berburu sapi kurban dengan berbagai ukuran dan jenis sesuai kebutuhan serta anggaran masing-masing.
Tak hanya ramai oleh transaksi, suasana khas Pasar Ciwareng juga terlihat dari tradisi tawar-menawar menggunakan jabat tangan antara penjual dan pembeli. Setelah harga disepakati, kedua pihak mengayunkan tangan sebagai tanda transaksi selesai.
Lonjakan harga sapi terjadi hampir di semua jenis. Sapi yang sebelumnya dijual di kisaran Rp21 juta kini naik menjadi sekitar Rp23 juta per ekor. Sementara sapi jenis lain yang semula dibanderol Rp23 juta kini menembus Rp26 juta. Untuk sapi berukuran besar, harga jual bahkan mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta per ekor.
Pedagang sapi asal Jawa Timur, Abdul Aziz, mengatakan kenaikan harga sudah mulai terasa sejak awal Mei 2026. Menurutnya, tingginya permintaan menjelang Idul Adha tidak sebanding dengan stok sapi yang tersedia di pasaran.
“Harga sapi sekarang naik Rp1 juta sampai Rp3 juta. Yang biasanya saya jual Rp30 juta sekarang jadi Rp33 juta untuk jenis pedon. Sapi limosin yang tadinya Rp23 juta sekarang jadi Rp26 juta,” ujar Aziz, Senin (25/5).
Ia menyebut stok sapi di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, mulai menipis karena tingginya kebutuhan masyarakat untuk hewan kurban.
Meski harga terus naik, minat masyarakat membeli sapi kurban tetap tinggi. Aziz mengaku dalam satu bulan terakhir dirinya berhasil menjual ratusan ekor sapi di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Menurutnya, jenis sapi lokal madrasi dan Madura limosin menjadi yang paling banyak diburu pembeli karena dinilai memiliki ukuran ideal untuk kurban.
“Yang paling dicari itu sapi lokal madrasi. Harga normalnya Rp23 juta, sekarang dijual Rp25 juta sampai Rp26 juta per ekor,” katanya.
Kenaikan harga juga dirasakan para pembeli. Odang, warga Cimahi, mengaku harga sapi di Pasar Ciwareng mengalami lonjakan cukup drastis dibandingkan pekan sebelumnya.
“Harganya melonjak jauh dibanding minggu lalu. Yang tadi harganya Rp23 juta, minggu lalu masih bisa dapat Rp21,5 juta,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan data petugas pasar, ratusan ekor sapi masuk ke Pasar Ingon-ingon Ciwareng pada Senin (25/5). Jumlah transaksi pun meningkat sekitar 10 hingga 20 persen dibanding hari biasa seiring mendekatinya puncak pembelian hewan kurban menjelang Idul Adha. (yat)



