Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
TELUSUR
Trending

Nasi Tempong: Sensasi Pedas ‘Tamparan’ Khas Banyuwangi

Pernah dengar Nasi Tempong? Kuliner khas Banyuwangi, Jawa Timur ini memang juara kalau soal rasa pedas yang menyengat. Nama “tempong” sendiri diambil dari bahasa Osing yang artinya “tampar” atau “tempeleng”. Istilah ini menggambarkan sensasi pedas sambalnya yang luar biasa, sampai-sampai penikmatnya merasa seperti sedang “ditampar”.

Biasanya, sepiring Nasi Tempong disajikan dengan komposisi yang lengkap. Ada nasi putih hangat sebagai dasarnya, lalu ditambah sayuran rebus atau lalapan matang seperti kubis, daun kenikir, bayam, dan potongan mentimun. Untuk lauk standarnya, kamu akan mendapatkan tahu goreng, tempe goreng, dan dadar jagung atau bakwan jagung. Kalau mau lebih mantap, ada pilihan lauk pendamping seperti ayam goreng, lele goreng, empal daging, ikan asin, hingga gurame goreng.

Kunci utama dari hidangan ini tentu saja ada pada Sambal Tempong. Sambal ini adalah sambal mentah yang diulek dadakan. Bahan-bahannya terdiri dari cabai rawit, tomat ranti (tomat khas Banyuwangi yang bentuknya bergelombang), terasi banyuwangi, garam, gula, dan sedikit perasan jeruk limau.

Untuk membuat Sambal Tempong yang otentik, semua bahan wajib dalam keadaan mentah, kecuali terasinya yang harus dibakar atau digoreng dulu. Rahasia kesegaran sambal yang berair (juicy) ini terletak pada penggunaan tomat ranti.

Buat kamu yang ingin mencoba bikin sendiri di rumah, berikut adalah resep dengan takaran yang pas:

Bahan-Bahan:

  • 100 gram cabai rawit merah (bisa disesuaikan dengan tingkat ketahanan pedasmu)
  • 5 buah tomat ranti (potong kecil-kecil agar mudah diulek)
  • 3 keping kecil terasi udang, bakar sampai harum
  • 1 ½ sendok teh garam
  • 25 gram gula merah / gula aren (boleh tambah sedikit gula pasir sebagai penyeimbang)
  • 1 buah jeruk limau, belah dan buang bijinya
  • Secuil penyedap rasa / micin (opsional)

Cara Membuat:

  1. Ulek Bahan Utama: Siapkan cobek, lalu masukkan cabai rawit merah, terasi bakar, garam, dan micin. Ulek sampai halus atau setengah halus sesuai selera.
  2. Tambahkan Gula: Masukkan gula aren atau gula merah, lalu ulek lagi sampai tercampur rata dengan cabai.
  3. Masukkan Tomat Ranti: Masukkan potongan tomat ranti segar. Ulek perlahan sampai tomat hancur dan menyatu. Tomat ranti ini akan mengeluarkan banyak air secara alami, jadi sambal akan terasa basah dan segar tanpa perlu tambahan air matang.
  4. Beri Perasan Jeruk: Terakhir, peras jeruk limau di atas sambal. Kalau kamu suka aroma yang lebih kuat, kulit jeruk limaunya juga bisa sedikit diulek bersama sambal. Aduk rata dan siap disajikan.

Related Articles

Back to top button