Perajin Wayang Golek Semakin Berkurang

KLARI, RAKA – Ana Sumarna salah satu perajin golek warga Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang meninggal dunia di usianya yang ke- 77 tahun. Salah satu penghobi seniman golek Lili Sukarli mengatakan, Kabupaten Karawang telah kehilangan salah satu sosok seniman perajin wayang golek. Pada tanggal 23 Juli lalu, Ana Sumarna perajin golek warga Desa Duren tutup usia karena sakit kaki yang dideritanya. “Bagi orang yang mencintai kebudayaan atau kesenian golek ini pasti akan merasa kehilangan. Bisa dikatakan sangat sedikit jumlah perajin golek di Karawang yang memang menjadi warisan para tokoh kesenian jaman dulu,” ucapnya, kepada Radar Karawang, Jumat (6/8)
Ia menambahkan, jejak langkah Ana Sumarna tidak bisa dipandang sebelah mata, selama menjadi perajin golek sejak masih usia 16 tahun, ribuan golek buatannya mampu terjual di wilayah Purwakarta, Subang dan Karawang (Purwasuka). Namun ia menyayangkan, untuk di wilayah Kabupaten Karawang sendiri, nama Ana Sumarna kurang dilirik meskipun para pejabat Karawang sempat melakukan kunjungan. “Bahkan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi juga pernah datang ke kediaman Abah Ana ini,” tambahnya.
Pihaknya juga menyayangkan, keahlian Abah Ana Sumarna pada pembuatan wayang golek tidak diwarisi oleh anak cucunya, karena kerajinan wayang golek merupakan profesi atau pekerjaan bagi orang-orang yang memiliki rasa kecintaan terhadap seni dan budaya.”Penghasilannya juga tidak besar seperti upah pabrik. Maka dari itu, jumlah perajin semakin kesini terus berkurang. Khawatir kesenian golek di Kabupaten Karawang akan tertinggal dan hilang,” katanya.
Ia juga mengaku, sebelum tutup usia, Abah Sumarna masih memikirkan pesanan pembuatan golok berkepala wayang yang merupakan pesanan salah satu toko di wilayah Pasar Johar, namun karena usianya yang cukup tua dan tuhan telah memanggilnya, mengharuskan pekerjaan tersebut dihentikan.”Beberapa wayang golek hasil buatan abah ana juga tersimpan rapih di tempat pembutan golek. Biarkan ini menjadi kenangan dan saksi kehebatan abah ana dalam mempertahankan kecintaannya terhadap wayang golek di Kabupaten Karawang,” pungkasnya. (mal)