Unik! Begini Cara Pejabat Karawang Hemat BBM, Ada yang Bersepeda hingga Jadi Penumpang Motor

KARAWANG,RAKA- Ragam cara pejabat Karawang hemat bahan bakar minyak (BBM). Ada Asda II bawa sepeda, Kadisparpora nebeng motor staf untuk berangkat ke kantor masing-masing.
Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang memilih menggunakan sepeda motor dan bupati pakai mobil listrik ke kantor. Langkah ini kini diikuti juga oleh Asisten Daerah (Asda) III Karawang, Arif Bijaksana yang menggunakan sepeda. Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Kadisparpora) Karawang, Abas Sudrajat, nebeng sepeda motor stafnya.
Asda II Karawang Arif Bijaksana menegaskan, kebiasaannya bersepeda bukan semata karena kebijakan penghematan BBM, melainkan sudah menjadi hobi yang ia jalani sejak lama.
“Saya mulai bersepeda sejak tahun 2010, jadi ini bukan hal baru. Kebetulan sekarang ada anjuran hemat BBM, jadi sejalan dengan hobi saya,” katanya, Rabu (1/4).
Menurutnya, penggunaan sepeda juga sejalan dengan kebijakan Work From Home (WFH) yang bertujuan mengurangi mobilitas serta konsumsi bahan bakar.
“Sekarang kan ada kebijakan untuk mengurangi konsumsi BBM, jadi ini nyambung. Dari rumah ke kantor bisa pakai sepeda, motor, atau kendaraan listrik, yang penting mengurangi BBM,” katanya.
Arif juga mengaku memiliki berbagai jenis sepeda, mulai dari ontel, city bike hingga sepeda listrik. Arif pun mendorong ASN di lingkungannya untuk ikut serta dalam gerakan tersebut.
“Kami sudah siapkan tempat parkir sepeda di tiap asisten. Kalau ada yang mau ikut, silakan. Bahkan staf saya juga mulai besok akan parkir sepeda,” ungkapnya.
Selama kebijakan penghematan BBM masih berlaku, ia menilai penggunaan kendaraan ramah lingkungan perlu terus didorong setiap hari, tidak hanya pada momen tertentu.
“Selama ada anjuran ini, ya setiap hari. Apalagi kendaraan dinas kepala OPD sekarang disimpan di kantor. Jadi dari rumah ke kantor tidak pakai kendaraan dinas,” jelasnya.
Terpisah, Kadisparpora Karawang, Abas Sudrajat, mengaku memilih nebeng motor staf sebagai bentuk sederhana mendukung kebijakan efisiensi BBM.
“Ini implementasi kebijakan pemerintah terkait efisiensi, terutama konsumsi BBM. Saya kebetulan ‘ngojek’, ikut staf naik motor ke kantor,” ujarnya.
Menurut Abas, kebijakan penghematan ini juga tidak lepas dari situasi global, termasuk dinamika geopolitik yang berdampak pada energi, sehingga pemerintah mengambil langkah efisiensi.
Ia menambahkan, di lingkungan Disparpora sendiri sudah mulai terlihat perubahan kebiasaan transportasi pegawai. “Ada yang pakai sepeda, ada juga yang tetap pakai motor karena jaraknya jauh. Yang penting bagaimana kita bisa menghemat BBM,” paparnya.
Abas mengaku memilih nebeng karena keterbatasan dalam bersepeda serta pertimbangan kenyamanan. “Kalau saya kebetulan tidak terlalu terbiasa naik sepeda. Jadi lebih nyaman nebeng saja, kebetulan ada staf yang bisa antar jemput,” tutupnya. (asy)



