Purwakarta
Trending

Viral Video Abang Ijo Hapidin Kecewa di Desa Cirangkong, Data Penyaluran Bansos Diduga Tidak Sinkron

PURWAKARTA, RAKA – Dugaan ketidaksesuaian penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang bersumber dari Dana Desa di Desa Cirangkong, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta, menjadi sorotan publik. Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, bahkan turun langsung ke kantor desa setelah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penggelapan bantuan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Purwakarta itu terekam dalam unggahan video di media sosial pribadinya. Dalam video tersebut, Abang Ijo terlihat mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan kepada aparatur Desa Cirangkong.

Fokus utama perhatian Wabup Purwakarta itu tertuju pada dugaan adanya tekanan terhadap warga penerima bantuan, yang mayoritas merupakan lanjut usia (lansia). Sejumlah warga disebut diminta mengakui telah menerima bantuan sebanyak empat kali.

Namun, berdasarkan pengakuan warga di lapangan, bantuan yang diterima ternyata baru dua kali pencairan.

“Kalau memang ada perubahan jadwal atau mekanisme penyaluran, masyarakat harus diberi tahu secara terbuka. Jangan sampai ada pengakuan yang terkesan dipaksakan,” ujar Abang Ijo dalam keterangannya yang terekam di video tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan kekecewaan Wakil Bupati terhadap dugaan tidak sinkronnya data penyaluran bantuan dengan fakta yang diterima masyarakat.

Dalam peninjauannya, Abang Ijo juga meminta perangkat desa memberikan penjelasan rinci terkait selisih penyaluran bantuan yang dipermasalahkan warga. Ia menegaskan bahwa bantuan sosial merupakan hak masyarakat yang harus disalurkan secara utuh dan tepat sasaran.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku bingung ketika diminta menandatangani atau mengakui jumlah penerimaan bantuan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya maladministrasi dalam proses distribusi bansos Dana Desa.

Hingga kini, pihak Pemerintah Kabupaten Purwakarta masih meminta klarifikasi lebih lanjut dari aparatur Desa Cirangkong. Kasus tersebut pun memicu perhatian masyarakat terkait pentingnya pengawasan penggunaan Dana Desa agar penyalurannya benar-benar transparan dan akuntabel. (yat)

Related Articles

Back to top button