Purwakarta
Trending

Waspada! Kemarau Panjang di Purwakarta Diprediksi Mulai Mei 2026, Ini Langkah Pemkab

PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta meningkatkan status kewaspadaan menjelang musim kemarau panjang yang diprediksi mulai melanda pada Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini terhadap ancaman kekeringan, krisis air bersih, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Momentum peningkatan kesiapsiagaan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang digelar pada Minggu (26/4). Sejumlah kegiatan dilakukan secara serentak, mulai dari edukasi kebencanaan hingga simulasi tanggap darurat yang melibatkan berbagai unsur.

‎Di kawasan Situ Buleud, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta menggelar aksi simbolis berupa pembunyian sirine dan kentongan. Kegiatan tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan urgensi kesiapan menghadapi musim kering yang berpotensi panjang.

‎Tak hanya itu, generasi muda juga turut dilibatkan melalui program GEMAHOPE (Generasi Muda Aksi Bersama HAOP). Dalam kegiatan ini, peserta mengikuti simulasi penanganan bencana pergerakan tanah sekaligus mendapatkan edukasi terkait mitigasi bencana.

‎Sementara itu, di Kantor BPBD Purwakarta, digelar Simulasi Gladi Posko atau Command Post Exercise (CPX). Kegiatan ini menguji kesiapan rencana kontinjensi menghadapi bencana tanah longsor dengan melibatkan TNI, Polri, SAR, Pramuka, serta relawan kebencanaan.

‎Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta yang juga Kepala BPBD, Sri Jaya Midan, menegaskan bahwa langkah kesiapsiagaan ini merupakan bentuk respons atas prediksi perubahan cuaca dalam waktu dekat. Ia menyampaikan bahwa seluruh sumber daya harus disiapkan secara maksimal.

‎“Mulai Mei 2026 diperkirakan sudah masuk kemarau panjang. Karena itu, seluruh personel dan peralatan harus dalam kondisi siap untuk menghadapi potensi kekeringan,” ujarnya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa wilayah utara Purwakarta menjadi perhatian utama karena kerap terdampak krisis air bersih saat musim kemarau. Beberapa kecamatan yang diprioritaskan antara lain Purwakarta, Babakancikao, Jatiluhur, Bungursari, Campaka, dan Cibatu.

‎Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, memastikan kesiapan armada distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak. Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan kendaraan operasional dengan kapasitas toren mencapai 2.000 liter.

‎Selain itu, BPBD Purwakarta juga telah mengajukan bantuan tambahan berupa truk tangki air ke BPBD Provinsi Jawa Barat guna memperluas jangkauan distribusi.

‎Erlan menambahkan, upaya mitigasi juga dilakukan melalui sosialisasi intensif kepada masyarakat. Edukasi diberikan agar warga memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan bencana secara mandiri.

‎“Selain kekeringan, potensi kebakaran hutan dan permukiman juga meningkat saat musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan atau melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran,” katanya.

‎Pemerintah berharap, dengan kesiapsiagaan yang lebih dini dan keterlibatan aktif masyarakat, dampak dari musim kemarau panjang dapat ditekan seminimal mungkin. (yat)

Related Articles

Back to top button