Waspada Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Simak Imbauan BPBD dan Cara Mengantisipasinya

radarkarawang.id, CIKARANG – Masyarakat Kabupaten Bekasi diminta untuk segera meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau tahun 2026. Berdasarkan prediksi, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang berpotensi memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, menjelaskan bahwa puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada periode Juli hingga September 2026.
“Pada rentang waktu tersebut, curah hujan diperkirakan menurun secara signifikan sehingga dapat memengaruhi ketersediaan sumber air bagi kebutuhan dasar masyarakat maupun sektor pertanian,” ujar Muchlis, Jumat (12/06).
Langkah Antisipasi untuk Warga Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, BPBD menekankan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Warga diimbau untuk tidak menunggu hingga air sulit didapatkan, melainkan mulai menyiapkan tempat penampungan air sebagai cadangan.
Selain itu, BPBD Kabupaten Bekasi telah mengeluarkan Surat Edaran sejak April 2026 yang ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, hingga lapisan masyarakat luas. Melalui edaran ini, BPBD mengajak seluruh pihak untuk:
- Menghemat penggunaan air secara bijak setiap harinya.
- Memantau kondisi lingkungan sekitar terhadap potensi kekeringan.
- Menyiapkan tempat penampungan air (seperti tandon atau jeriken) untuk cadangan saat pasokan air berkurang.
“Peningkatan kewaspadaan sangat krusial dilakukan mengingat bencana kekeringan dapat mengganggu stabilitas ketersediaan air bersih di tengah masyarakat,” tambah Muchlis.
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui BPBD terus memantau situasi dan berkomitmen untuk memberikan penanganan jika terjadi titik-titik kekeringan ekstrem di wilayah Kabupaten Bekasi. Masyarakat diharapkan tetap tenang, mengikuti instruksi dari pihak berwenang, dan segera melapor jika wilayahnya mulai mengalami kesulitan akses air bersih. (rk)



