Uncategorized
Trending

Kampoeng Nelayan dengan Nuansa dan Cita Rasa Pesisir

Radarkarawang.id- Menyambut bulan Ramadan 2026, Delonix Hotel Karawang menghadirkan sajian buka puasa Kampoeng Nelayan dengan nuansa dan cita rasa pesisir.

Tersedia mulai 21 Februari-19 Maret 2026, program ini mengajak para tamu menikmati momen kebersamaan melalui nuansa yang hangat dan cita rasa yang akrab.

Terinspirasi dari kekayaan kuliner bahari Nusantara, Kampoeng Nelayan mengusung konsep buffet yang menampilkan ragam hidangan dalam satu rangkaian sajian  apik.

Dari meja panjang yang mengundang hingga pilihan menu yang beragam, setiap elemen untuk menghadirkan pengalaman berbuka yang hangat dan leluasa. Perpaduan semangat Ramadan dan tradisi kuliner pesisir Nusantara menjadikan kebersamaan sebagai inti dari setiap hidangan yang disajikan.

Melalui menu Blessings of the Sea, para tamu dapat menikmati aneka seafood bakar yang di panggang di atas bara arang.

Baca Juga: Ramadan di Tengah Banjir: Ratusan Rumah di Desa Karangligar Telukjambe Barat Terendam

Untuk mengawali momen berbuka puasa, Delonix Hotel Karawang menghadirkan pilihan takjil yang ringan dan menyegarkan. Sebanyak 17 variasi takjil tersaji.

Rangkaian sajian ini menghadirkan jeda yang lembut dan menenangkan, sebelum tamu melanjutkan ke hidangan utama yang lebih mengenyangkan dan enak.

“Kampoeng Nelayan merefleksikan cara kami memaknai Ramadan sebagai waktu untuk mempererat kembali hubungan dan menikmati kebersamaan. Lewat cita rasa pesisir yang autentik dan suasana yang hangat, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang terasa akrab, santai, bersama orang orang terdekat,” ujar Widi Handi Wijaya, Director of Sales Delonix Hotel Karawang.

Iftar Kampoeng Nelayan cukup dengan Rp198.000 net per orang dewasa dan Rp121.000 net per anak usia 5 hingga 12 tahun.

Anak di bawah lima tahun dapat menikmati hidangan secara cuma cuma. Reservasi tersedia hingga 19 Maret 2026, dengan periode berbuka berlangsung setiap hari mulai 21 Februari hingga 19 Maret 2026.

Kampoeng Nelayan merefleksikan esensi Ramadan sebagai momentum kembali pada makna kebersamaan, di mana hidangan menjadi penghubung yang sederhana namun berarti.

Tanpa kemewahan yang berlebihan, pengalaman ini untuk menghadirkan kehangatan, mempererat relasi, dan merayakan momen dalam suasana tenang dan penuh makna.(rls)

Related Articles

Back to top button