Karawang
Trending

Inovasi Ramadan di SMKN 1 Klari: Siswa Belajar Ngaji Sambil Tanam Bawang di Barang Bekas

KARAWANG, RAKA – Isi kegiatan selama Ramadan, siswa SMKN 1 Klari ikuti Pesantren Ekologi di sekolah sesuai arahan dari Dinas Pendidikan. Program ini dilaksanakan selama tiga pekan dengan tema berbeda setiap minggunya, serta dipadukan dengan sistem pembelajaran daring dan luring.

‎‎Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Klari Diky Fahrizal mengatakan, bahwa pada pekan pertama kegiatan difokuskan pada tema pelestarian alam.

Materi-materi yang diberikan kepada siswa dikaitkan langsung dengan upaya menjaga dan merawat lingkungan. ‎

“Di minggu pertama ini temanya pelestarian alam. Jadi seluruh materi dan kegiatan pesantren ekologi kami arahkan pada upaya menjaga lingkungan,” katanya, Selasa (24/2).

Baca Juga : Usai Lebaran, Wajah Cikampek Bakal Dirombak Total: Penataan Mulai Berjalan April-Mei

‎‎Sebagai bentuk implementasi dari materi yang diberikan, sambungnya, di akhir pekan pertama akan dilaksanakan aksi ekologi. SMKN 1 Klari merencanakan kegiatan penanaman bawang dengan memanfaatkan media tanam dari barang-barang bekas. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di lingkungan sekolah pada hari Jumat. ‎

“Setiap akhir minggu memang ada aksi ekologi. Untuk di sekolah kami, rencananya akan menanam bawang dengan memanfaatkan media dari barang bekas,” jelasnya.‎

‎Memasuki pekan kedua, katanya, tema yang diangkat adalah kebersihan lingkungan. Fokus kegiatan diarahkan pada aksi bersih-bersih sekolah bagi siswa yang mengikuti kegiatan secara luring. ‎

“Sementara itu, bagi siswa yang mengikuti kegiatan dari rumah, mereka ditugaskan untuk membersihkan lingkungan rumah masing-masing,”paparnya.

‎‎Adapun pada pekan ketiga, lanjutnya, tema yang diusung adalah hemat energi. Para siswa diajak untuk lebih bijak dalam penggunaan energi, baik listrik, air, maupun sumber daya lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Kami ingin anak-anak belajar bagaimana cara berhemat energi, mulai dari penggunaan listrik, air, dan sebagainya,” ujarnya.

‎‎Menurutnya, pelaksanaan Pesantren Ekologi ini menggunakan dua sistem, yakni daring dan luring. Untuk kegiatan daring, siswa lebih difokuskan untuk beraktivitas bersama keluarga di rumah serta menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, mulai dari bangun pagi hingga tidur lebih awal.‎

‎Diteruskannya, dalam hal pengawasan siswa yang mengikuti kegiatan dari rumah, pihak sekolah menjalin kerja sama antara wali kelas dan orang tua. Selain itu, siswa juga diberikan penugasan sebagai bentuk laporan kegiatan. ‎

“Kalau dulu menggunakan buku Ramadan, sekarang karena sudah berbasis teknologi, siswa membuat video ‘A Day In My Life’ sebagai laporan bahwa mereka benar-benar melaksanakan kegiatan pesantren ekologi di rumah,” jelasnya.

EPAPER RADAR KARAWANG – UPDATE SETIAP HARI

‎‎Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat menumbuhkan budi pekerti, memperdalam ilmu agama, serta membentuk karakter siswa menjadi lebih baik dan religius.

‎“Harapan kami tentu ingin membentuk karakter anak-anak agar lebih baik, lebih religius, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Yang paling utama adalah membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button