HEADLINEKarawang
Trending

Ingatkan Potensi Kebakaran Selama Ramadan, Damkar Purwakarta: Jangan Lengah Saat Memasak Dini Hari

PURWAKARTA, RAKA – Pemadam Kebakaran Purwakarta mengingatkan masyarakat agar supaya tidak lengah terhadap ancaman kebakaran di bulan ramadan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah perubahan pola aktivitas warga selama bulan puasa.

Menurut Juddy, Ramadan membawa perubahan kebiasaan masyarakat, khususnya dalam aktivitas memasak. Jika biasanya memasak itu pagi atau sore hari, selama Ramadan banyak warga yang mulai memasak sejak dini hari bahkan sebelum subuh. Kondisi ini, kata dia, berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Baca Juga: Berburu Kuliner di Desa Cibingbin Purwakarta, Pusatnya Perajin Sate Maranggi dengan Cita Rasa Khas

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Purwakarta bahwasannya kita harus meningkatkan kesadaran terhadap potensi bahaya kebakaran yang ada di sekitar kita,” ujar Juddy, Selasa (3/3).

Ia menekankan, kesadaran bukan hanya memahami potensi bahaya, tetapi juga mengetahui langkah awal saat terjadi kebakaran. Jika api masih kecil, masyarakat supaya tidak panik dan segera melakukan penanganan awal menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di sekitar.

“Artinya pada saat api kecil kita bisa memadamkan dengan material, dengan peralatan yang ada di sekitar kita. Jangan kita gugup, tapi kita lebih bijak untuk segera menanggulangi api yang masih kecil,” katanya.

Namun, Juddy mengingatkan bahwa apabila api sudah membesar, warga tidak boleh memaksakan diri. Ia meminta masyarakat segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta agar bisa tertangani secara cepat dan tepat.

Selain itu, ia juga mengingatkan kebiasaan yang sering terjadi saat sahur, yakni lupa mematikan kompor atau peralatan listrik. Menurutnya, kebiasaan memanaskan makanan dini hari kerap membuat warga lengah karena masih mengantuk.

Tonton Juga: TAMAN CADAS MALANG TAK TERURUS LAGI

“Dengan kebiasaan yang baru itu, segera matikan segala sumber-sumber yang menjadi penyebab bahaya kebakaran. Baik yang bersumber dari api maupun yang bersumber dari listrik,” tegasnya.

Juddy juga mengungkapkan, berdasarkan data sejak Januari hingga awal Maret, jumlah kejadian kebakaran di Purwakarta relatif menurun.

Ia menjelaskan bahwa penurunan angka kejadian tersebut menjadi indikator keberhasilan tim Damkar dalam melakukan sosialisasi dan penjagaan pencegahan di lapangan.

Meski demikian, ia berharap kewaspadaan tidak hanya meningkat menjelang mudik Lebaran, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.

“Contoh misalnya kita pada saat meninggalkan rumah, sumber-sumber energi kelistrikan kita lebih baik dicabut saja. Jangan dibiarkan nempel di steker ataupun stopkontak,” ujarnya.

Melalui momentum Ramadan dan HUT Damkar Nasional, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin tumbuh. Kewaspadaan sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah kebakaran dan melindungi keselamatan bersama. (yat)

Related Articles

Back to top button