Baru Usia 6 Tahun, Dalang Cilik Asal Purwakarta Ini Memukau Penonton Lewat Wayang Golek

PURWAKARTA, RAKA – Bakat seni tradisional kembali bersinar dari generasi muda. Seorang siswa taman kanak-kanak di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berhasil mencuri perhatian berkat kemampuannya memainkan wayang golek dengan penuh percaya diri.
Adalah Abimanyu Yudha Perkesit (6), siswa TK Alquran Miftahul Khoir, Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, yang tampil sebagai dalang cilik dalam sebuah pertunjukan sederhana di lingkungan sekolah pada Jumat (17/4). Di hadapan kepala sekolah, guru, dan teman-temannya, Abimanyu memperagakan tokoh wayang dengan gerakan lincah dan ekspresif.
Pertunjukan tersebut berlangsung khidmat. Suasana kelas yang biasanya ramai mendadak tenang saat Abimanyu mulai memainkan wayang. Para siswa tampak terpukau menyaksikan setiap adegan yang dibawakan dengan iringan musik khas pewayangan.
Dengan penghayatan yang kuat, Abimanyu membawakan kisah perang tanding antara Sakil dan Setyaki. Ia bahkan mampu menyesuaikan intonasi suara sesuai karakter, meskipun pertunjukan masih dibantu dengan rekaman suara dalang dan musik pengiring.
Ayah Abimanyu, Asep Darmawan, mengungkapkan bahwa minat anaknya terhadap dunia pedalangan sudah terlihat sejak usia dini.
“Dari kecil memang sudah suka memainkan wayang. Bakatnya terlihat karena sering melihat kakeknya,” ujarnya.
Asep menjelaskan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk minat Abimanyu. Diketahui, kakeknya merupakan seorang dalang wayang golek di wilayah Bandung yang menjadi inspirasi utama bagi cucunya tersebut.
Meski masih berstatus siswa TK, pengalaman panggung Abimanyu tergolong cukup banyak. Ia disebut telah tampil belasan kali di berbagai kesempatan, menunjukkan konsistensi dan keberanian dalam mengembangkan bakatnya di bidang seni tradisional.
Kepala TK Alquran Miftahul Khoir, Nia Kurniawati, memberikan apresiasi atas kemampuan yang dimiliki Abimanyu.
“Kami selalu memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakatnya, termasuk di bidang seni seperti yang ditunjukkan Abimanyu,” katanya.
Nia juga menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen mendukung setiap potensi siswa. Ia berharap apa yang ditunjukkan Abimanyu dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani tampil dan mengembangkan kemampuan diri mereka.
Piihak sekolah menilai bahwa keberanian tampil sejak dini dapat menjadi bekal penting bagi perkembangan karakter anak, terutama dalam membangun rasa percaya diri dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Keberhasilan Abimanyu menjadi dalang cilik tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi harapan baru bagi pelestarian seni wayang golek di tengah arus modernisasi. (yat)



