
Radarkarawang.id- Bikin haru! Meski gunakan kursi roda, nenek asal Karawang ini tetap semangat berangkat haji ke Tanah Suci bersama anaknya.
Semangat menunaikan ibadah haji tetap terpancar dari wajah Ma Anah (80), warga Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, saat pemberangkatan jamaah Karawang.
Di usia yang tidak lagi muda dan kondisi fisik terbatas, ia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Ma Anah mengalami cedera pada bagian kaki sekitar 20 tahun lalu akibat benturan. Sejak saat itu, tidak dapat berjalan normal.
Panas! Ratusan Massa Geruduk Gedung DPRD Karawang, Tuntut Transparansi Dana Pokir
Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk menunaikan ibadah haji. Keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci telah lama ia pendam.
Tiga belas tahun lalu, Ma Anah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji dan dengan penuh kesabaran menunggu antrean keberangkatan haji.
Penantian panjang tersebut akhirnya terbayar pada musim haji tahun ini, ketika ia resmi berangkat bersama rombongan jemaah lainnya di Karawang.
Ma Anah menggunakan kursi roda untuk membantu mobilitasnya. Hal tersebut tidak mengurangi semangatnya dalam mengikuti seluruh rangkaian persiapan ibadah haji.
“Alhamdulillah saya senang sekali bisa berangkat ke Tanah Suci. Dari semalam tidak bisa tidur karena deg-degan,” ucap Ma Anah dengan penuh haru, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, keberangkatannya kali ini menjadi momen yang sangat ia nantikan sepanjang hidupnya. Perasaan haru dan bahagia bercampur menjadi satu, terlebih setelah melalui berbagai keterbatasan fisik dan penantian yang cukup panjang.
Tidak sendiri, Ma Anah berangkat ibadah haji bersama anak pertamanya, Abdul Halim, yang turut membantu segala kebutuhan selama menjalankan ibadah.
Kehadiran sang anak menjadi dukungan penting bagi Ma Anah agar dapat beribadah dengan lebih nyaman dan lancer di Tanah Suci.
Kisah Ma Anah menjadi gambaran nyata tentang keteguhan hati dan kuatnya niat dalam menjalankan ibadah. Di tengah keterbatasan usia dan kondisi fisik, semangatnya tetap terjaga, menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa tidak ada halangan untuk memenuhi panggilan ibadah jika disertai tekad dan keyakinan yang kuat. (zal)



