Purwakarta
Trending

Isbat Nikah Warnai Penutupan TMMD ke-128 Purwakarta, Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Desa

PURWAKARTA, RAKA – Suasana haru dan bahagia menyelimuti penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Sukajadi, Kabupaten Purwakarta. Bukan hanya pembangunan jalan, sumur bor, hingga rumah tidak layak huni yang menjadi perhatian, tetapi juga momen isbat nikah massal yang untuk pertama kalinya digelar dalam rangkaian TMMD.

Di tengah deretan hasil pembangunan fisik yang telah rampung, pasangan-pasangan warga desa tampak menggenggam erat buku nikah yang baru saja mereka terima. Wajah mereka menyiratkan rasa lega setelah bertahun-tahun menjalani pernikahan siri tanpa kepastian hukum.

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, mengaku terharu melihat program sosial tersebut bisa terlaksana di penutupan TMMD Purwakarta.

“Ini baru pertama kali juga TMMD melaksanakan nikah massal. Ternyata saya baru tahu bahwa di sini banyak yang nikah siri. Alhamdulillah difasilitasi oleh Pak Bupati,” ujar Kosasih saat penutupan TMMD ke-128 di Purwakarta, Kamis (21/5).

Menurutnya, legalitas pernikahan sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk memastikan hak-hak administrasi warga dapat terpenuhi.

“Kasihan mereka kalau tidak resmi, tidak punya surat nikah, hak-haknya untuk bansos dan sebagainya tidak tersalurkan,” katanya.

Tak hanya membantu legalitas pernikahan warga, suasana penutupan TMMD juga terasa hangat ketika Pangdam menyebut para pasangan pengantin bahkan mendapat fasilitas khusus dari Bupati Purwakarta.

“Terima kasih Pak Bupati sudah memfasilitasi, bahkan bulan madunya di rumah dinas Pak Bupati. Ini naik mobilnya mobil Pak Bupati,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Program isbat nikah tersebut menjadi warna tersendiri dalam penutupan TMMD yang selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur desa. Di Purwakarta, TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial masyarakat.

Selain isbat nikah, TMMD ke-128 di wilayah Kodam III/Siliwangi juga menuntaskan berbagai pembangunan seperti jalan desa, rumah tidak layak huni, pos kamling, MCK hingga sumur bor untuk warga.

Kosasih memastikan seluruh sasaran program telah selesai dikerjakan 100 persen. Ia bahkan membuka kesempatan bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan air bersih untuk melapor langsung kepada aparat TNI di wilayah masing-masing.

“Kalau ada desa yang kekurangan air bersih, silakan lapor ke Babinsa, Danramil, Dandim sampai ke Pangdam. Nanti kita bangunkan sumur bor,” ujarnya.

Ia mengatakan, program pembangunan sumur bor dan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia untuk membantu wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses dasar.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menegaskan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan TNI akan terus diperkuat demi mempercepat pembangunan daerah, khususnya di wilayah pedesaan.

Menurut Om Zein, sebelum TMMD ke-128 dilaksanakan, Pemkab Purwakarta bersama Kodim 0619 lebih dulu menjalankan karya bakti pembangunan infrastruktur senilai sekitar Rp30 miliar.

Program tersebut di antaranya membuka akses jalan dari Rancadarah menuju Gurudug hingga kawasan Taman Batu.

“TMMD ini bagian dari percepatan pembangunan. Sebelumnya kami juga sudah melaksanakan karya bakti bersama TNI untuk membuka akses jalan dari Rancadarah ke Gurudug sampai ke Taman Batu, dan semuanya sudah selesai,” kata Om Zein.

Ia memastikan pembangunan konektivitas antarwilayah desa akan terus dilanjutkan, termasuk jalur yang nantinya tersambung hingga Desa Cileunca, Kecamatan Bojong.

“Purwakarta akan terus konsisten bekerja sama dengan TNI dalam penyelesaian infrastruktur. Tujuannya untuk mengoneksikan pembangunan desa dengan pembangunan kota,” ujarnya.

Menjelang sore, suasana di Desa Sukajadi berubah menjadi penuh kehangatan. Anak-anak berlarian di sekitar lapangan, sementara warga sibuk mengabadikan momen dengan telepon genggam sederhana.

Di tangan para pasangan pengantin, buku nikah yang baru diterima bukan sekadar dokumen administratif. Bagi mereka, itu menjadi simbol pengakuan negara, kepastian hukum, sekaligus harapan baru untuk masa depan keluarga mereka.

TMMD ke-128 di Purwakarta pun meninggalkan cerita yang lebih dalam dari sekadar pembangunan fisik. Program tersebut menghadirkan bukti bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang jalan dan bangunan, tetapi juga tentang menghadirkan negara di tengah kehidupan masyarakat kecil. (yat)

Related Articles

Back to top button