HEADLINE
Trending

Berusaha Kabur dari Penyekapan, Warga Rawamerta Alami Patah Tulang di Kamboja

KARAWANG, RAKA- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang terus mengupayakan proses pemulangan Ajat Sudrajat warga Rawamerta yang menjadi korban dugaan penipuan kerja (scamming) di Kamboja. Saat ini, proses pemulangan masih menunggu kondisi kesehatan korban pulih.

‎Katim Penempatan Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri Disnakertrans Karawang Ijum Junaedi, didampingi Staf Penanganan Pekerja Imigran Ahmad Sogiri mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah dan koordinasi agar Ajat dapat segera kembali ke tanah air.

‎‎Menurutnya, Disnakertrans telah menjalin komunikasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terkait bantuan biaya pemulangan korban. ‎”Kami sudah melakukan progres terkait upaya pemulangan Ajat Sudrajat warga Rawamerta yang menjadi korban scamming di Kamboja. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Baznas dan alhamdulillah Baznas sudah siap membantu biaya kepulangannya,”katanya, Senin (25/5).

‎Namun demikian, proses pemulangan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat lantaran kondisi kesehatan Ajat masih belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan.

‎‎Ijum menjelaskan, Ajat mengalami patah kaki dan cedera pada bagian pinggul sehingga belum dapat berjalan. Cedera tersebut dialaminya saat berusaha melarikan diri dari lokasi tempatnya bekerja di Kamboja. ‎”Ajat mengalami patah tulang setelah jatuh dari lantai tiga saat berusaha kabur. Beruntung saat ini dia sudah berhasil diselamatkan dan berada dalam penanganan KBRI,” katanya.‎

‎Ia menambahkan, saat ini pihaknya menunggu kondisi kesehatan Ajat membaik terlebih dahulu agar proses pemulangan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan biaya yang lebih ringan. ‎

Secara tidak langsung Ijum menyampaikan, apabila Ajat sudah pulih dan dapat berjalan sendiri, maka biaya pemulangannya akan lebih ringan karena hanya membutuhkan tiket perjalanan pribadi.

‎Sebaliknya, apabila kondisi korban masih memerlukan pendampingan khusus atau harus dipulangkan dalam posisi berbaring, maka biaya yang diperlukan akan jauh lebih besar.

‎”Kalau harus didampingi atau dipulangkan sambil tiduran, tentu pembiayaannya cukup besar. Sementara kemampuan bantuan dari Baznas saat ini untuk pembiayaan pemulangan secara pribadi,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button