
KARAWANG, RAKA – Kabar menggembirakan datang bagi para petani di Kabupaten Karawang. Pasalnya, harga Gabah Kering Panen (GKP) mengalami kenaikan signifikan hingga menembus Rp 8.000 per kilogram. Harga tersebut bahkan melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Bulog sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang Mahmud mengatakan, kenaikan harga gabah terjadi seiring dengan dimulainya panen di sejumlah sentra produksi padi di Karawang. ”Saat ini harga gabah berada di kisaran Rp 7.800 hingga Rp 8.000 per kilogram.
Sebelumnya harga gabah hanya berkisar Rp7.000 per kilogram. Jadi ada kenaikan yang cukup signifikan dan saat ini berada di atas harga Bulog,”katanya, Rabu (10/6).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani karena dapat meningkatkan pendapatan hasil panen. Dengan harga yang lebih tinggi, petani memiliki peluang memperoleh keuntungan lebih besar dibandingkan musim panen sebelumnya.
Di sisi lain, sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang saat ini tengah memasuki masa panen dengan luas areal panen mencapai ribuan hektare. Kecamatan Batujaya menjadi wilayah dengan luas panen terbesar, yakni mencapai 3.251 hektare. Disusul Kecamatan Pedes seluas 2.000 hektare, Jayakerta 1.685 hektare, Cilebar 1.500 hektare, Kutawaluya 1.303 hektare, dan Rawamerta sekitar 1.200 hektare.
Mahmud menjelaskan, luasnya area panen tersebut menunjukkan bahwa produksi padi di Karawang masih tetap tinggi. Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Karawang terus menjadi daerah penyumbang penting bagi ketahanan pangan, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional.
Meski pasokan gabah dari hasil panen cukup melimpah, harga di tingkat petani justru mengalami peningkatan. Kondisi ini dinilai menguntungkan petani karena hasil produksi mereka dapat terserap pasar dengan harga yang lebih baik.
“Kenaikan harga ini tentu memberikan dampak positif bagi petani. Dengan harga yang lebih tinggi, pendapatan petani juga ikut meningkat sehingga dapat membantu kesejahteraan mereka,”terangnya.
Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan harga gabah dan pelaksanaan panen di lapangan. Selain memastikan produksi tetap terjaga, pemerintah juga mendorong agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal, baik oleh Bulog maupun pelaku usaha penggilingan padi.
“Dengan luas panen yang mencapai ribuan hektare dan harga gabah yang sedang berada pada tren positif, musim panen kali ini menjadi momentum yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani,” tutupnya. (zal)



