Purwakarta
Trending

Tradisi Gubyag Balong Jadi Pembuka Perayaan Hari Jadi Purwakarta ke-195

PURWAKARTA, RAKA – Tradisi gubyag balong kembali menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Lembur Harepan, Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Sabtu (13/6), itu berlangsung meriah dengan diikuti ratusan warga.

‎Tradisi menangkap ikan menggunakan tangan kosong tersebut menjadi agenda pertama dalam rangkaian perayaan hari jadi daerah tahun ini. Warga dari berbagai usia tampak turun langsung ke balong untuk berebut ikan yang telah ditebar panitia.

‎Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan gubyag balong dipilih sebagai pamuka lawang atau pembuka rangkaian Hari Jadi Purwakarta karena memiliki nilai kebersamaan dan melibatkan masyarakat secara langsung.

‎“Hari ini kita melaksanakan gubyag balong sebagai pamuka lawang rangkaian Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 tahun 2026. Kita ingin seluruh aktivitas dalam rangka hari jadi Purwakarta ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Midan di lokasi, Sabtu (13/6).

‎Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menebarkan sekitar 400 kilogram ikan pada pelaksanaan perdana di Kecamatan Pondoksalam. Tradisi serupa juga akan digelar secara serentak di 17 kecamatan pada 20 Juni 2026 dengan alokasi tiga kuintal ikan di setiap lokasi.

‎Midan menjelaskan, konsep peringatan Hari Jadi Purwakarta 2026 sengaja diperluas hingga tingkat kecamatan agar masyarakat dapat merasakan kemeriahan perayaan tanpa harus datang ke pusat kabupaten.

‎“Kalau dulu seluruh kegiatan difokuskan di tingkat kabupaten, sekarang kita dorong agar kecamatan juga menyelenggarakan kegiatan masing-masing. Jadi masyarakat tidak perlu selalu datang ke pusat kabupaten untuk merasakan kemeriahan hari jadi Purwakarta,” ujarnya.

‎Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain menjadi hiburan rakyat, gubyag balong juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

‎“Senang bisa ikut gubyag balong. Lumayan dapat ikan, ini juga jadi hiburan dan silaturahmi warga. Tadi meriah banget,” ujar Iman, salah seorang warga.

‎Hal serupa disampaikan Irfan. Ia menilai gubyag balong merupakan tradisi yang mampu melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

‎“Jarang ada kegiatan yang bisa dinikmati semua kalangan seperti ini. Anak-anak, orang tua, semuanya bisa ikut. Mudah-mudahan tradisi seperti ini terus dilestarikan,” katanya.

‎Selain gubyag balong, rangkaian Hari Jadi Purwakarta 2026 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan budaya, religi, dan kemasyarakatan, seperti Safari Cinta, istigasah, ziarah ke Makam Syekh Baing Yusuf, Muru Indung Cai, hingga perlombaan tradisional di tingkat kecamatan. (yat)

Related Articles

Back to top button