
PURWAKARTA, RAKA – Delapan siswa SLB Negeri Purwakarta mengikuti lomba lukis difabel yang digelar di Aula Sarja Arya Racana Polres Purwakarta, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mengekspresikan ide, imajinasi, dan kreativitas mereka melalui karya seni.
Selama perlombaan berlangsung, para siswa terlihat fokus menuangkan berbagai warna dan gagasan ke atas kanvas. Setiap lukisan menampilkan karakter yang berbeda, mencerminkan cara pandang serta kreativitas masing-masing peserta.
Lomba lukis ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polres Purwakarta. Selain menjadi ajang berkarya, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi siswa penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan mereka di bidang seni.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya yang hadir meninjau jalannya perlombaan mengatakan, setiap anak memiliki potensi yang layak mendapat ruang untuk berkembang dan diapresiasi.
“Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum bagi Polri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan memberikan ruang bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas agar dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kami percaya setiap anak memiliki potensi luar biasa yang patut diapresiasi,” ujar Anom, Kamis (16/7/2026).
Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin terbukanya ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan.
Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk mengembangkan potensi dan memperoleh apresiasi atas karya yang dihasilkan.
Melalui lomba ini, para peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperlihatkan bakat seni mereka di ruang publik. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan kreativitas penyandang disabilitas sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya lingkungan yang inklusif bagi semua.
“Anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berkarya, berprestasi, dan memperoleh apresiasi. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus menginspirasi masyarakat agar semakin menghargai keberagaman dan kesetaraan,” ujar Tini. (yat)



