KARAWANG,RAKA – Rehabilitasi ruang layanan Perpustakaan Umum Daerah Karawang pada 2024 berdampak positif terhadap meningkatnya jumlah pengunjung sekaligus peminjaman buku. Pembenahan berupa pengecatan, penataan ulang ruang baca umum, serta penambahan mebel baru membuat suasana perpustakaan lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat.
Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karawang, Ghozi Robbani, mengatakan setelah rehabilitasi dilakukan, jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Sebelum ruang perpustakaan dibenahi, jumlah pengunjung harian umumnya belum pernah mencapai 150 orang. Kini, setiap hari perpustakaan mampu menerima lebih dari 150 pengunjung, sementara pada hari yang relatif sepi jumlahnya tidak pernah kurang dari 50 orang.
Menurut Ghozi Robbani, meningkatnya jumlah pengunjung turut berdampak pada tren peminjaman buku. Meski data pasti jumlah peminjaman masih dalam proses pendataan, tingginya aktivitas masyarakat di perpustakaan menunjukkan minat membaca dan meminjam buku juga mengalami peningkatan dibandingkan sebelum rehabilitasi dilakukan.
Rehabilitasi yang dilaksanakan pada 2024 tidak hanya memperbarui tampilan ruangan, tetapi juga menghadirkan sejumlah fasilitas baru. Di antaranya meja dan kursi baca, rak buku, komputer, pendingin ruangan (AC), serta karpet yang membuat ruang baca menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.
Ia menjelaskan, koleksi buku bergenre fiksi, terutama novel, masih menjadi bacaan yang paling diminati. Peminjam didominasi oleh pelajar SMA, mahasiswa, serta para orang tua yang meminjamkan buku bacaan untuk anak-anak mereka.
Untuk dapat meminjam buku, masyarakat diwajibkan terlebih dahulu menjadi anggota perpustakaan. Pendaftaran dapat menggunakan KTP Kabupaten Karawang, sedangkan pelajar maupun mahasiswa yang belum memiliki KTP dapat menggunakan kartu pelajar atau kartu mahasiswa.
Setiap anggota diperbolehkan meminjam maksimal dua buku selama tujuh hari kerja tanpa dipungut biaya.
Selain mengandalkan koleksi yang tersedia, Disarpus juga terus memperbarui bahan bacaan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Penambahan koleksi dilakukan melalui usulan pengunjung, tren buku yang paling sering dipinjam, serta hasil stock opname yang dilaksanakan setiap dua tahun untuk mengganti koleksi yang sudah rusak maupun koleksi yang sudah tidak layak dilayankan.
Perpustakaan juga menerima sumbangan buku dari masyarakat yang akan melalui proses seleksi sebelum menjadi koleksi layanan.
Dalam memperluas akses literasi, Disarpus Karawang juga mengoperasikan layanan perpustakaan keliling yang telah berjalan sejak 2022. Layanan tersebut menyasar sekolah hingga wilayah yang jauh dari pusat kota agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan bacaan meski terkendala jarak.
Ke depan, Disarpus Karawang juga tengah menyiapkan pengembangan perpustakaan digital berbasis aplikasi untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan perpustakaan. Ghozi Robbani berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan membaca sehingga budaya literasi di Kabupaten Karawang terus meningkat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.(asy)



