Purwakarta
Trending

Festival Sisingaan Akhiri Acara BOP di Museum dan Taman Budaya Subang

radarkarawang.id, Kabupaten Subang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan warisan leluhur melalui penutupan rangkaian Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya Tahun 2026. Acara yang berlangsung meriah di Museum Subang ini ditutup secara resmi dengan perhelatan Festival Sisingaan tingkat SMP se-Kabupaten Subang, yang menjadi simbol sinergi antara tradisi dan dunia pendidikan.

Festival Sisingaan Sebagai Puncak Pelestarian Budaya

Festival Sisingaan bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan manifestasi identitas masyarakat Subang yang terus dijaga. Dalam acara penutupan tersebut, para peserta dari jenjang SMP menunjukkan kemahiran mereka dalam koreografi, ketangkasan mengarak patung singa, hingga harmonisasi musik pengiring yang memukau. Kesenian ini kini telah melampaui fungsi tradisionalnya dan bertransformasi menjadi sarana kompetisi kreatif yang sehat bagi generasi muda.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang akrab disapa Kang Akur, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen penting untuk mengasah kreativitas sekaligus mempererat rasa kebersamaan di antara pelajar. Melalui kompetisi ini, karakter generasi penerus dibentuk agar memiliki kebanggaan terhadap akar budayanya sendiri.

Integrasi Budaya dalam Kurikulum Pendidikan

Langkah strategis diambil oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dengan memasukkan kesenian Sisingaan ke dalam kurikulum muatan lokal di jenjang SMP. Kebijakan ini memastikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya terjadi di panggung festival, tetapi juga di ruang-ruang kelas secara terstruktur. Keuntungan nyata bagi para siswa yang berpartisipasi dalam festival ini antara lain:

  • Mendapatkan sertifikat prestasi yang diakui secara resmi.
  • Sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam proses pendaftaran ke jenjang SMA melalui jalur prestasi.
  • Meningkatkan soft skill seperti kerja sama tim, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.

Transformasi Museum Subang Menjadi Pusat Edukasi

Selain festival seni, Kang Akur mendorong optimalisasi Museum Subang sebagai ruang edukasi yang dinamis. Menurut beliau, museum tidak boleh hanya dianggap sebagai gudang penyimpanan benda kuno, melainkan harus menjadi destinasi belajar yang menarik bagi siswa, guru, dan orang tua. Pengembangan fasilitas dan koleksi museum menjadi prioritas agar generasi muda dapat mengeksplorasi sejarah serta nilai-nilai luhur Kabupaten Subang dengan cara yang lebih interaktif.

Dengan berakhirnya Program BOP Museum 2026 ini, diharapkan museum terus bertumbuh menjadi pusat aktivitas komunitas dan UMKM lokal. Melalui promosi yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak, museum dapat menjadi magnet wisata budaya yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif di Subang. Pelestarian budaya adalah estafet perjuangan yang harus diteruskan demi menjaga marwah daerah di masa depan.

Related Articles

Back to top button