
Setelah menjalankan sejumlah program kerja selama masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang di Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah desa setempat. Sekretaris Desa Kutapohaci, Deden Kurniawan, menyampaikan testimoninya mengenai manfaat dan dampak positif yang dirasakan desa selama program KKN berlangsung, sekaligus memberikan harapannya terhadap keberlanjutan program ke depan.
Testimoni ini disampaikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan.” Sepanjang pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program utama seputar edukasi dan pengelolaan sampah, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan Desa Kutapohaci.

Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh pemerintah desa adalah penyediaan tempat sampah terpilah dan alat press botol plastik di Kantor Desa Kutapohaci. Menurut Deden Kurniawan, keberadaan alat tersebut memberikan solusi nyata terhadap persoalan tumpukan sampah botol plastik yang sebelumnya kerap terlihat menumpuk di lingkungan kantor desa.
“Alhamdulillah, menurut pandangan saya, program ini memberikan sedikit solusi tentang menumpuknya botol-botol plastik tersebut, sehingga setelah di-press, sampah tersebut tidak terlihat menumpuk,” ujar Deden Kurniawan.
Selain manfaat dari sisi pengelolaan sampah, Deden Kurniawan juga menyoroti dampak positif dari kehadiran mahasiswa KKN dalam mendukung kegiatan sosial di desa. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa turut berkontribusi dalam kegiatan posyandu serta aktif memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah kepada masyarakat di lingkungan Desa Kutapohaci.

“Dampak positifnya, ya alhamdulillah, mungkin adik-adik dari KKN ini bisa membantu dari kegiatan-kegiatan posyandu dan bisa memberikan edukasi perihal sampah di lingkungan masyarakat Desa Kutapohaci ini,” jelasnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan posyandu dan edukasi lingkungan tersebut dinilai memperkuat hubungan antara mahasiswa KKN dengan warga, sekaligus memperluas jangkauan manfaat program KKN, tidak hanya terbatas pada penyediaan sarana fisik semata, tetapi juga pada penguatan kesadaran masyarakat secara langsung.
Di akhir wawancara, Deden Kurniawan turut menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program-program yang telah dijalankan mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang di Desa Kutapohaci. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat terus memberikan ide dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya berhenti pada masa KKN berlangsung.
“Berharap dengan adanya KKN di desa kami, bisa memberikan ide-ide atau inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat, dan bisa dilanjutkan ke depannya,” ungkap Deden Kurniawan.
Testimoni yang disampaikan Sekretaris Desa Kutapohaci ini menjadi bukti bahwa program KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi penyediaan sarana pengelolaan sampah maupun dari sisi keterlibatan sosial mahasiswa dalam kegiatan desa. Hal ini sejalan dengan tujuan besar KKN
2026 dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa melalui pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan berkelanjutan.
Melalui testimoni ini, mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang berharap sinergi yang telah terjalin dengan pemerintah dan masyarakat Desa Kutapohaci dapat terus berlanjut, sehingga program-program pemberdayaan yang telah dirintis mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kebersihan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat desa.
Informasi lebih lanjut mengenai program KKN 2026 Universitas Buana Perjuangan Karawang dapat diakses melalui laman resmi kkn.ubpkarawang.ac.id.



