Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
HEADLINEKarawang
Trending

Bukan Sekadar Militansi di Tribun, Begini Cara Viking Karawang Bangun Ekosistem Suporter Modern

Radarkarawang.id- Tugas suporter sepakbola bukan sekadar militansi di tribun, begini cara Viking Karawang bangun ekosistem suporter modern di era kekinian.

Viking Karawang menggelar kegiatan seminar dan diskusi publik bertajuk “Biru di Garis Batas” di Hotel Brits Karawang, Minggu (9/8) kemarin.

Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan ini yang menjadi ruang bagi Bobotoh untuk membahas sejarah, kultur, militansi, hingga masa depan organisasi suporter di wilayah perbatasan.

Seminar menghadirkan tiga narasumber: Kuntowiyoga, Rizki Sanjaya, dan Doni Damara. Ketiganya membawakan materi dengan perspektif yang berbeda namun saling berkaitan.

Kegiatan ini juga sekaligus pengenalan website hasil pengembangan Viking UBP. Kehadiran platform tersebut menjadi bagian dari inovasi dan kreativitas anggota.

Memasuki sesi utama, pembahasan berkembang pada persoalan Bobotoh di wilayah perbatasan, mulai dari identitas dan kultur suporter, militansi terhadap Persib.

Kemudian diskusi juga membahas terkait dinamika rivalitas supporter, hingga pengalaman dan sejarah yang membentuk karakter para Bobotoh di wilayah tersebut.

Ketua Viking Karawang Rai Kandika Abadi mengatakan, seminar ini agenda tahunan. Memiliki tujuan lebih jauh daripada sekadar berkumpul dan berdiskusi.

“Seminar ini adalah agenda tahunan Viking Karawang. Tujuannya agar kita sebagai suporter bisa membuktikan bahwa suporter dapat berdampak bagi masyarakat dari hasil kajian dan diskusi di seminar,” katanya.

Baca juga: Stasiun Cikampek Tingkatkan Fasilitas Peron demi Keamanan

Menurut Rai, keberadaan suporter tidak semestinya hanya diukur dari militansi di tribun, tetapi juga dari kemampuan membangun organisasi, melahirkan gagasan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Salah satu narasumber Kuntowiyoga mengaku senang memiliki kesempatan untuk hadir dan melihat secara langsung perkembangan lebih baik organisasi Viking Karawang.

“Saya berterima kasih atas undangannya dan menjadi saksi bahwa teman-teman Viking Karawang telah berhasil menciptakan organisasi yang baik,” ucap Kuntowiyoga.

Sementara itu, narasumber lainnya Rizki Sanjaya dalam pernyataan penutupnya menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi dengan menghindari konflik internal yang kompleks.

Ia juga mendorong agar proses demokrasi di dalam organisasi terus dijaga melalui agenda rutin seperti rapat, pertemuan, diskusi, dan kajian.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Adea Eka Rizaldi, SH, dari DPRD Provinsi Jawa Barat, Pembina Viking Karawang Aroni “Bocung”, serta perwakilan VPC A Toni.

Seminar Biru di Garis Batas menjadi bagian dari upaya Viking Karawang membangun tradisi intelektual di kalangan supporter yang semakin dinamis.

Bukan hanya berbicara tentang kecintaan terhadap Persib, tetapi juga tentang bagaimana organisasi suporter mampu mengelola perbedaan, menjaga kultur organisasi, dan menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. (asy)

Related Articles

Back to top button