
PURWAKARTA, RAKA – UPI Kampus Purwakarta menggelar Workshop Implementasi Media Pembelajaran Tangible User Interface (TUI) Tangiblock dalam Berpikir Komputasional, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut digelar di Smart Class Room, Gedung 4 Lantai 1 UPI Kampus Purwakarta. Workshop diikuti perwakilan 12 sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Purwakarta, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, jajaran pimpinan UPI Kampus Purwakarta, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.
Tangiblock merupakan media pembelajaran interaktif yang memadukan tiga komponen utama, yakni Smart Block, Master Deck, dan aplikasi digital. Media tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa UPI Kampus Purwakarta yang terdiri dari Kaylla Asyifa, Aulia Aufa Zahron, Yasir Ahmadin Moersyid, dan Deren Ardiansah.
Pengembangan Tangiblock dilakukan di bawah bimbingan Dewi Indriati Hadi Putri dan berkolaborasi dengan Hafiyyan Putra Pratama.
Kegiatan PkM dipimpin Hafiyyan Putra Pratama bersama tim dosen yang terdiri dari Dewi Indriati Hadi Putri, Nuur Wachid Abdul Majid, Ulva Elviani, dan Asep Kurnia Jayadinata.
Turut hadir Asep Rahmatudin selaku Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidik SMP yang mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Kepala Kelurahan Nagri Kaler Asep Syaefudin, serta Camat Kecamatan Purwakarta H. Heri.
Workshop dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pengenalan konsep dan praktik langsung. Guru dan siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan komponen serta cara kerja Tangiblock.
Setelah memahami dasar penggunaannya, peserta kemudian diajak mencoba berbagai aktivitas pembelajaran. Mulai dari menyusun blok, mengeksplorasi berbagai kemungkinan solusi, hingga menyelesaikan tantangan secara bertahap.
Melalui aktivitas tersebut, Tangiblock dirancang untuk melatih kemampuan berpikir komputasional peserta didik sejak jenjang sekolah dasar sekaligus memperkenalkan konsep dasar coding dengan cara yang konkret dan menyenangkan.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Sesi coding menjadi salah satu aktivitas yang paling dinanti siswa.
Salah satu siswa kelas 4 mengaku senang mengikuti workshop dan menyebut sesi coding sebagai bagian paling menarik “karena lebih menguji.” Sementara seorang siswa kelas 5 juga menyebut coding sebagai aktivitas favoritnya.
Antusiasme juga terlihat dari para guru pendamping yang berasal dari berbagai sekolah peserta. Sejumlah guru menilai kegiatan tersebut bermanfaat untuk membantu siswa mengembangkan pola pikir yang lebih terstruktur dan sistematis.
Para guru berharap Tangiblock dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah masing-masing. Media tersebut juga dinilai memiliki fleksibilitas sehingga berpotensi digunakan oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Selain menjadi pengalaman baru dalam mengenal alternatif media pembelajaran, Tangiblock dinilai dapat membantu siswa melihat dan memahami persoalan secara lebih sistematis.
Sejumlah guru juga menilai perpaduan antara unsur permainan dan materi pembelajaran membuat siswa, terutama mereka yang mudah bosan, menjadi lebih tertarik dan aktif selama proses belajar.
Inovasi pembelajaran tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pemangku kepentingan yang hadir.
Kepala Kelurahan Nagri Kaler, Asep Syaefudin, menyatakan kekagumannya terhadap Tangiblock dan menilai alat tersebut bermanfaat dengan cara pengaplikasian yang menarik.
Sementara itu, Camat Kecamatan Purwakarta, H. Heri, memberikan apresiasi kepada mahasiswa atas terobosan pembelajaran tersebut.
Menurutnya, inovasi Tangiblock menjadi salah satu bentuk kreativitas dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak membosankan bagi peserta didik.
Pelaksanaan workshop juga menjadi bagian dari upaya UPI Kampus Purwakarta menjembatani inovasi yang dikembangkan di perguruan tinggi dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar.
Keterlibatan langsung guru dan siswa memberikan kesempatan bagi tim pengembang untuk mendapatkan masukan terkait penerapan Tangiblock di lingkungan pendidikan dasar.
Antusiasme peserta dan respons positif dari guru serta pemangku kepentingan menjadi dorongan bagi tim pengembang untuk terus menyempurnakan Tangiblock.
Dengan menggabungkan interaksi fisik, unsur permainan, dan teknologi digital, Tangiblock diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang membuat proses belajar lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
Media tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis sejak usia dini. (yat)



