Radarkarawang.id- Gotong royong bersama aparat desa, puluhan warga pesisir bersihkan ceceran limbah minyak mentah sepanjang perairan Tanjungpakis, Jumat (28/8)
Petugas membersihkan wilayah pesisir Desa Sedari dan Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, setelah limbah minyak mentah mengotori kawasan tersebut beberapa waktu terakhir.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh meminta pemerintah segera membersihkan kawasan pesisir agar ceceran minyak tidak menyebar semakin luas ke wilayah lain.
Ketua Forum Komunikasi KKPMP Abdul Syafii mempercepat pembersihan bersama PHE ONWJ, pemerintah daerah, dan pemerintah desa setempat demi mencegah penyebaran.
“Masyarakat pesisir dan nelayan memilih fokus membersihkan limbah tanpa mempersoalkan sumbernya sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar secara resmi,” ucap Abdul.
Menurut Abdul, ceceran minyak mentah membentang sepanjang pesisir Cemarajaya, mengganggu aktivitas nelayan dan merusak alat tangkap nelayan setempat secara langsung.
Minyak pekat menempel pada jaring nelayan sehingga mereka kesulitan membersihkannya dan harus mengganti jaring lebih cepat dari biasanya akibat kerusakan.
Abdul memastikan seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan selama kegiatan gotong royong untuk menjaga keselamatan.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang mengerahkan puluhan personel untuk membantu warga membersihkan ceceran minyak sepanjang kawasan pesisir tercemar limbah tersebut.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang Luki Mantera mengatakan pihaknya mengerahkan 32 personel gabungan lapangan untuk pembersihan.
Personel tersebut mencakup warga sekitar yang secara sukarela membantu petugas mengangkat dan mengumpulkan limbah minyak dari kawasan pantai bersama warga.
Luki memperkirakan petugas membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menyelesaikan seluruh proses pembersihan pantai dari ceceran minyak yang mengotori kawasan.
Petugas menempatkan limbah pekat sementara di area Kantor Desa Cemarajaya, lalu pihak ketiga mengangkutnya setelah proses pembersihan selesai sesuai prosedur.
Pemkab Karawang mengirim sampel limbah kepada Puslabfor Mabes Polri dan Sucofindo untuk memastikan sumber ceceran cairan hitam tersebut secara ilmiah.
Uji laboratorium akan menentukan apakah limbah berasal dari operasional PHE ONWJ atau muncul akibat aktivitas pihak lain di sekitar pesisir.
Bupati Aep sebelumnya meminta semua pihak menahan spekulasi sampai laboratorium menyelesaikan pemeriksaan dan menerbitkan hasil resminya kepada publik secara lengkap.
Baca juga: Bahaya! Gedung Pemda 2 Karawang Belum Kantongi SLF
Aep menargetkan pemeriksaan laboratorium selesai dalam empat hingga lima hari agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai sumber limbah tersebut secara ilmiah.
PHE ONWJ ikut membantu operasi pembersihan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan serta tindak lanjut atas permintaan pemerintah desa setempat.
Manager Communication Relations dan CID Regional Jawa PHE ONWJ Pinto Budi Bowo Laksono mengatakan perusahaan mendukung kegiatan pembersihan masyarakat pesisir.
Pinto mengatakan perusahaan tetap mendukung pembersihan meskipun pengujian komprehensif dan pengecekan operasi menunjukkan sumber limbah bukan fasilitas produksi mereka sendiri.
PHE ONWJ melakukan pemodelan lintasan tumpahan, penyisiran laut, dan pemantauan udara selama tiga hari untuk menelusuri kemungkinan sumber limbah tersebut.
Hasil pemantauan tersebut menunjukkan tidak ada anomali produksi maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi PHE ONWJ selama pemeriksaan di lapangan.
Selama pembersihan berlangsung, PHE ONWJ dan Dinas Lingkungan Hidup mengambil sampel ceceran minyak terbaru untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium resmi.
Kedua pihak mengirim sampel tersebut ke Puslabfor Polri untuk mengetahui karakteristik minyak dan membandingkannya dengan sumber potensial lainnya di wilayah.
Pinto menjelaskan hasil uji forensik Puslabfor Polri terhadap sampel Ciparagejaya akhir Juli 2026 menunjukkan karakteristik berbeda dengan minyak PHE ONWJ.
Hasil tersebut tidak menunjukkan kesamaan karakteristik antara sampel tumpahan Ciparagejaya dengan minyak dari fasilitas PHE ONWJ berdasarkan pemeriksaan forensik tersebut.(asy)



