
KARAWANG, RAKA- Pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Karawang mendapat ruang baru melalui kehadiran Green House Batik Kreasi Tuli. Fasilitas yang berada di Pendopo Taman Cimanuk III, Adiarsa Barat, itu disiapkan untuk mendukung proses produksi batik berbahan pewarna alam sekaligus menjadi ruang bagi teman-teman tuli untuk mengembangkan keterampilan dan usaha.
Green House Batik Kreasi Tuli tersebut digagas Founder Kreasi Tuli Indonesia (KTI), Inaraya, dan dibangun melalui dukungan PT Inti Pantja Press Industri (PT IPPI) bersama Yayasan Amaliah Astra. Fasilitas itu resmi diresmikan pada Jumat (25/9).
Inaraya mengatakan, Green House merupakan salah satu fasilitas yang sejak awal menjadi impiannya ketika mendirikan workshop Batik Kreasi Tuli. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting karena proses pembuatan batik dengan pewarna alam membutuhkan tempat khusus.
“Green House ini adalah mimpi kami sejak awal mendirikan workshop batik, karena peran penting Green House dalam pembuatan batik dengan pewarna alam. Alhamdulillah pihak IPPI dan YAA menyambut baik dan bisa mewujudkan Green House ini,” kata, Jumat (25/9).
Menurutnya, Green House tidak hanya diharapkan memperkuat produksi batik berbahan pewarna alam, tetapi juga membuat teman-teman disabilitas yang tergabung dalam KTI dapat bekerja dengan lebih nyaman. Ia berharap pengembangan batik pewarna alam tersebut bisa menambah ragam produk batik di Karawang sekaligus membuka peluang bagi KTI untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Semoga bisa bermanfaat untuk menambah khasanah batik di Karawang dengan hadirnya batik pewarna alam nantinya, dan berguna untuk teman-teman disabilitas yang bergabung di KTI supaya bisa mengerjakan batik dengan lebih nyaman,” ujarnya.
Dukungan terhadap KTI diberikan PT IPPI bersama Yayasan Amaliah Astra melalui program pemberdayaan masyarakat di sekitar perusahaan, khususnya wilayah Ring 1. Program tersebut tidak hanya berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga diarahkan agar produk yang dihasilkan dapat memiliki akses pasar.
Direktur Manufacturing PT IPPI Octa Yudha mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar kawasan industri tempat PT IPPI beroperasi.
“Kami berbagi dengan masyarakat di Karawang ini. Harapannya, apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan Batik Kreasi Tuli ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Karawang,” kata Octa.
Ia mengatakan, pemberdayaan penyandang disabilitas melalui KTI menjadi program pertama PT IPPI yang secara khusus menyasar kelompok disabilitas. Menurutnya, Batik Kreasi Tuli memiliki potensi untuk dikembangkan karena menggabungkan pemberdayaan teman tuli dengan konsep produksi yang ramah lingkungan.
“Teman-teman disabilitasnya diberdayakan, tapi juga mengusung konsep yang eco-friendly. Itu yang menjadi lebih menarik dan ada beberapa sisi yang bisa kita coba bantu untuk lebih dikembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT IPPI Yoga Dina Suryawan mengatakan, dukungan terhadap KTI merupakan bagian dari kepedulian perusahaan yang telah memasuki tahun ketiga melalui kolaborasi dengan Yayasan Amaliah Astra.
Sebelumnya, PT IPPI bersama Yayasan Amaliah Astra telah memberikan dukungan melalui sejumlah program sosial, di antaranya pembangunan sumur bor serta pemberian santunan bagi anak yatim dan dhuafa. Namun, pada tahun ini fokus dukungan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin masyarakat agar tambah berdaya. Mereka bisa meningkatkan penghasilannya. Mudah-mudahan terus kita pantau sampai mereka mandiri,” kata Yoga.
Selain membantu pembangunan Green House, PT IPPI juga memberikan dukungan dari sisi pemasaran dengan membeli produk suvenir Batik Kreasi Tuli untuk dibagikan sebagai bagian dari dukungan terhadap produk karya teman-teman tuli.
Yoga mengatakan, pengembangan usaha seperti KTI tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi dan pendanaan. Akses pemasaran juga menjadi faktor penting agar produk dapat dikenal masyarakat dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kalau kita lihat, tantangannya bukan hanya produksi dan pendanaan, tapi bagaimana pemasarannya. Kita harus bisa melihat segmen pasar yang tepat supaya produk ini bisa berkembang,” ujarnya.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparpora Karawang Fazriyan Wardani Aditya mengapresiasi dukungan yang diberikan PT IPPI dan Yayasan Amaliah Astra. Menurutnya, keberadaan Green House memiliki dua sisi manfaat, yakni pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas sekaligus mendorong proses produksi batik yang lebih ramah lingkungan.
“Green House ini memberikan dampak positif, selain memberdayakan teman-teman disabilitas, juga membuat produksi batik lebih selaras dengan lingkungan,” ujar Fazriyan.
Ia berharap dukungan terhadap Batik Kreasi Tuli tidak berhenti pada pembangunan fasilitas dan pemberian bantuan, tetapi berlanjut pada penguatan pemasaran. Dengan demikian, produk karya teman-teman tuli tersebut tidak hanya memiliki tempat untuk diproduksi, tetapi juga memiliki pasar yang mampu menopang keberlanjutan usaha.
“Kami berharap hasil Batik Kreasi Tuli ini tidak hanya dikenal di Karawang, tetapi bisa dikenal di seluruh Indonesia. Dengan jaringan PT IPPI dan Yayasan Amaliah Astra, mudah-mudahan produk ini bisa terus dipasarkan dan menjadi ekosistem yang berkelanjutan,”tutupnya. (zal)



