Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Karawang
Trending

Marji Soleh Gagas Digitalisasi Desa Integrasi SIКAT, Tangkar, dan Sapawarga Jabar

KARAWANG,RAKA — Digitalisasi pelayanan publik menjadi salah satu gagasan program prioritas Marji Soleh, calon Kepala Desa Karyamulya, dalam konsep pembangunan yang mengusung semangat Desa Kolaborasi.

Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah pengembangan SIKAT (Sistem Karyamulya Terpadu), sebuah konsep platform digital yang diarahkan untuk mendukung pelayanan masyarakat, tata kelola pemerintahan desa, penyampaian informasi, serta pengelolaan data pembangunan secara lebih terintegrasi.

Marji Soleh menggagas agar SIKAT tidak hanya menjadi aplikasi yang berdiri sendiri di tingkat desa. Ke depan, SIKAT diharapkan dapat dikembangkan agar memiliki interoperabilitas dengan ekosistem digital pemerintahan di tingkat Kabupaten Karawang dan Provinsi Jawa Barat, termasuk dengan Tangkar Karawang dan Sapawarga Jabar, sepanjang memenuhi kebijakan, standar teknis, keamanan sistem, serta ketentuan perlindungan data yang berlaku.

Melalui SIKAT, masyarakat Karyamulya diharapkan dapat memperoleh akses informasi dan berbagai layanan desa secara lebih mudah. Konsep pengembangannya dapat mencakup pelayanan administrasi, informasi pembangunan, pengaduan masyarakat, informasi kegiatan desa, data potensi ekonomi, UMKM, pertanian, koperasi, hingga kanal komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Dengan sistem yang terintegrasi, pemerintah desa juga diharapkan memiliki basis data yang lebih tertata untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan,” kata Marji.

Gagasan integrasi dengan Tangkar Karawang dan Sapawarga Jabar menjadi bagian penting dari konsep tersebut. Jika secara teknis dan kelembagaan memungkinkan, SIKAT diharapkan dapat menjadi simpul layanan digital Desa Karyamulya yang terhubung dengan sistem pemerintahan pada tingkat yang lebih tinggi.

Konsep tersebut diarahkan untuk mengurangi fragmentasi layanan digital, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan di tingkat desa, tetapi juga memiliki akses informasi dan layanan yang terkoneksi dengan ekosistem pemerintahan Kabupaten Karawang dan Jawa Barat.

“Namun, integrasi tersebut tentunya memerlukan koordinasi dan persetujuan dengan instansi terkait, termasuk penyesuaian standar teknologi, interoperabilitas data, keamanan siber, serta perlindungan data pribadi masyarakat,” terangnya.

Bagi Marji Soleh, digitalisasi hanyalah salah satu bagian dari pembangunan Karyamulya. Teknologi diharapkan menjadi alat untuk memperkuat pelayanan dan membuka ruang kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, kelompok tani, pemuda, koperasi, dan berbagai unsur lainnya.

Gagasan tersebut ditempatkan dalam konsep Desa Kolaborasi, dengan tujuan mendorong pemerintahan desa yang lebih terbuka, responsif, dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan.

“SIKAT diharapkan bukan sekedar aplikasi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pelayanan dan tata kelola Desa Karyamulya yang terhubung. Dari desa, terintegrasi dengan kabupaten dan provinsi, sehingga teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.(asy)

Related Articles

Back to top button