Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Purwakarta
Trending

Situ Buleud Mengering, Nasib Sri Baduga Terancam Gagal Tampil

PURWAKARTA, RAKA – Penyusutan air Situ Buleud, Kabupaten Purwakarta, akibat musim kemarau panjang mulai memperlihatkan dampak nyata. Sejumlah bagian dasar danau buatan tersebut mengering dan retak, sementara burung kuntul terlihat mencari makan di antara genangan air yang tersisa.

Kondisi ini turut menjadi perhatian karena Situ Buleud merupakan kawasan wisata sekaligus lokasi pertunjukan Air Mancur Sri Baduga, salah satu daya tarik unggulan Kabupaten Purwakarta.

Permukaan air terlihat jauh dari bibir tanggul. Sejumlah bagian dasar danau yang sebelumnya terendam kini terbuka, memperlihatkan hamparan tanah kering dengan retakan di beberapa titik.

Air yang tersisa hanya menggenang di sejumlah cekungan. Di tengah menyusutnya perairan, burung-burung kuntul masih terlihat berterbangan dan turun ke genangan dangkal untuk mencari makan, termasuk mematuk sisa-sisa ikan yang masih bertahan.

Pemandangan tersebut menggambarkan perubahan kondisi Situ Buleud akibat berkurangnya pasokan air selama kemarau berkepanjangan. Selain mengubah wajah kawasan wisata, kondisi ini juga memunculkan perhatian terhadap ekosistem perairan dan keberlangsungan ikan di dalamnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Aep Durohman, mengatakan kekeringan di kawasan Taman Air Mancur Sri Baduga dipengaruhi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Akibatnya, ketersediaan air mengalami penurunan, padahal air merupakan komponen utama untuk mendukung operasional pertunjukan tersebut.

“Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena air merupakan komponen utama dalam mendukung operasional pertunjukan Air Mancur Sri Baduga sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Purwakarta,” ujar Aep saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, kekurangan air tidak serta-merta menyebabkan pipa-pipa pertunjukan mengalami kerusakan. Namun, kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja sistem apabila peralatan, khususnya pompa, tetap dioperasikan ketika pasokan air tidak mencukupi.

Karena itu, pemeriksaan dan pemeliharaan instalasi secara berkala diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan tetap aman dan berfungsi dengan baik.

Menurut Aep, apabila ketersediaan air belum memenuhi kebutuhan operasional, pelaksanaan pertunjukan perlu disesuaikan dengan kondisi teknis yang ada. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan lebih serius sekaligus menjaga keberlangsungan operasional fasilitas wisata itu.

Di sisi lain, penyusutan air Situ Buleud berpotensi memengaruhi aktivitas pariwisata, terutama pada akhir pekan ketika masyarakat biasanya datang untuk menikmati kawasan tersebut.

Aep mengakui, pertunjukan Air Mancur Sri Baduga selama ini menjadi salah satu daya tarik utama yang mendorong wisatawan berkunjung ke Purwakarta. Apabila operasional pertunjukan harus disesuaikan akibat keterbatasan air, dampaknya berpotensi meluas ke aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pedagang yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan, menjadi bagian dari sektor yang perlu diperhatikan.

Meski demikian, Aep menilai Situ Buleud masih memiliki potensi menarik pengunjung melalui beragam aktivitas rekreasi, wisata kuliner, dan kegiatan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah juga terus mempromosikan destinasi wisata lain di Kabupaten Purwakarta sebagai alternatif bagi masyarakat.

Pemeliharaan fasilitas dan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat menjaga kondisi Taman Air Mancur Sri Baduga agar kembali beroperasi secara optimal ketika ketersediaan air telah memenuhi persyaratan teknis. (yat)

Related Articles

Back to top button