Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain litespeed-cache dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/rada4514/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Jualan Kangkung Demi Biaya Anak Sekolah - Radar Karawang
Uncategorized

Jualan Kangkung Demi Biaya Anak Sekolah

RENGASDENGKLOK, RAKA – Odi (56) warga Warudoyong, Desa Rengasdengklok Selatan, mengatakan, setiap pukul 03.00 sampai 06.00, dia menjajakan sayuran kangkung dan genjer di Pasar Rengasdengklok.

Sedangkan pendapatan dari jualan kangkung setiap hari mendapatkan Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, dan kalau genjer jualannya empat hari sekali dengan penghasilan Rp100 ribu. Pihaknya mengaku hasil dari jualan kangkung, uangnya dipergunakan untuk ongkos anaknya sekolah yang duduk di bangku kelas tiga SLTA. “Kalau tidak jualan sudah otomatis tidak ada buat jajan anak di sekolah nanti,” jelas kepada Radar Karawang, Jumat (2/8).

Dia sudah tujuh tahun bekerja sebagai penjual sayuran kangkung di Pasar Rengasdengklok, karena harga kangkung acap kali mengalami turun naik. “Saya nyari genjer itu langsung turun ke sawah, sampai kurang lebih tujuh hari,” katanya .

Odi mengungkapkan, lahan yang kini digunakannya untuk bercocok tanam kangkung dan genjer adalah milik orang lain, yang waktu itu sempat disewa seharga Rp500 ribu per tahun, dan saat ini pihaknya mengaku tidak ada teguran untuk membayar dari pemilik tanahnya. Dengan lahan seluas 400 meter yang digunakan Odi untuk menanam, dibagi dua yaitu sekitar 250 meter untuk genjer dan 150 meter untuk menanam kangkung.
“Alhamdulillah sekarang tidak bayar, kalaupun bayar saya juga tidak ada uang,” pungkasnya (cr4)

Related Articles

Back to top button