Purwakarta
Trending

Ajang Talenta Purwakarta 2026: Mencari Bibit Unggul dari Jenjang SD hingga SMP.

PURWAKARTA, RAKA – Ajang Lomba Talenta tingkat Kabupaten Purwakarta tahun 2026 jenjang SD dan SMP tak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga ruang pembuktian bagi ratusan peserta didik dalam menampilkan kemampuan terbaiknya. Kegiatan yang digelar di GOR PGRI Bojong dan SDN 1 Sukamanah itu menghadirkan atmosfer kompetisi yang sehat sekaligus edukatif.

‎Meski secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, fokus utama kegiatan justru terletak pada proses pembinaan dan pelaksanaan lomba yang mengedepankan kualitas serta karakter peserta didik.

‎Dalam pelaksanaannya, ajang tersebut menjadi bagian dari implementasi kebijakan penguatan talenta yang terintegrasi antara pemerintah pusat melalui Pusat Prestasi Nasional dan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Purwakarta, Dede Supendi yang juga merupakan ketua penyelenggara kegiatan tersebut.

‎Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen menghadirkan pendidikan bermutu bagi semua. Menurutnya, ajang talenta bukan hanya kompetisi, tetapi juga wadah strategis untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.

‎“Pelaksanaan kegiatan ini mengedepankan objektivitas, transparansi, keterbukaan, dan profesionalisme. Tujuannya adalah mengembangkan bakat serta mewadahi minat peserta didik agar menjadi pribadi yang unggul dan berprestasi,” ungkap Dede dalam keterangannya, Selasa (5/5).

‎Di sisi lain, pesan kuat juga datang dari Sadiyah yang menekankan pentingnya peran guru dan pembina dalam proses pembinaan. Ia menyampaikan secara langsung bahwa latihan tidak boleh hanya dilakukan menjelang lomba.

‎“Pembinaan tidak hanya dilakukan menjelang lomba tetapi perlu dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan agar anak-anak terbiasa tampil percaya diri,” ujarnya.

‎Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga sportivitas dalam setiap tahapan lomba, terutama bagi tim juri.

‎“Kita harus melahirkan talenta terbaik di Kabupaten Purwakarta dengan mengutamakan objektivitas dan tidak berpihak. Penilaian harus murni berdasarkan kemampuan dan kualitas peserta,” tegasnya.

‎Ajang ini diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta yang berkompetisi dalam tujuh kategori lomba, termasuk dalam rangkaian Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

‎Kehadiran para guru, kepala sekolah, serta pejabat dinas pendidikan turut menambah semarak sekaligus memperkuat dukungan terhadap pengembangan bakat siswa.

‎Secara tidak langsung, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Generasi Panca Waluya, di mana siswa didorong untuk tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas.

‎Nantinya, para pemenang terbaik akan mewakili Kabupaten Purwakarta ke tingkat provinsi, membuka peluang lebih luas untuk berprestasi hingga level nasional. Dengan pendekatan yang mengedepankan kualitas dan kejujuran, ajang tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga siap bersaing secara sehat di masa depan. (yat)

Related Articles

Back to top button