KARAWANG, RAKA- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jalupang seiring memasuki musim kemarau yang ditandai dengan suhu udara tinggi, kelembapan rendah, dan angin kencang.
Kepala Bidang Kebersihan DLH Kabupaten Karawang Willy mengatakan kondisi cuaca ekstrem pada musim kemarau dapat meningkatkan risiko munculnya titik api di area timbunan sampah.
Karena itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan agar kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.
Menurut Willy, salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pemadatan dan penutupan sampah setiap hari menggunakan alat berat. Sampah kemudian ditutup dengan tanah atau material penutup untuk mengurangi kontak langsung dengan udara, menekan terbentuknya titik panas, sekaligus mengurangi emisi gas metana yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, DLH juga melakukan penyiraman secara rutin pada area timbunan sampah yang rawan mengalami peningkatan suhu. Penyiraman dilakukan setiap hari sebanyak tiga kali, yakni pada pagi, siang, dan sore hari, untuk menjaga kelembapan timbunan sampah sekaligus menekan potensi munculnya titik api.
Petugas juga rutin melakukan patroli untuk memantau kemungkinan munculnya titik panas, asap, maupun indikasi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.
”Kami juga membuat sekat bakar atau fire break sebagai pembatas agar api tidak mudah menyebar apabila terjadi kebakaran,”katanya, Selasa (7/7).
Untuk mendukung upaya tersebut, sambungnya, seluruh sarana dan prasarana pemadam dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan. Mulai dari mobil tangki air, pompa air, selang, alat berat hingga alat pemadam api ringan terus disiagakan di kawasan TPA.
DLH juga memperketat pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembakaran sampah maupun sumber api lainnya di dalam kawasan TPA. Di sisi lain, koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, aparat kewilayahan, dan instansi terkait terus diperkuat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Memasuki periode cuaca ekstrem, frekuensi patroli dan monitoring juga ditingkatkan, terutama ketika suhu udara tinggi, angin bertiup kencang, atau terdapat peringatan dini dari instansi meteorologi mengenai potensi cuaca ekstrem.
Tidak hanya itu, seluruh operator alat berat, petugas lapangan, dan pengelola TPA Jalupang juga diberikan pembekalan untuk mengenali tanda-tanda awal kebakaran serta memahami prosedur penanganan darurat.
Willy menegaskan, DLH Kabupaten Karawang berkomitmen menjaga operasional TPA Jalupang tetap aman melalui langkah pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat. Menurutnya, kebakaran di TPA umumnya dipicu oleh kombinasi gas metana, suhu tinggi, material yang mudah terbakar, serta angin kencang.
“Oleh karena itu, upaya antisipatif menjadi prioritas untuk melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memastikan pelayanan persampahan di Kabupaten Karawang tetap berjalan optimal,”tutupnya. (zal)



