PURWAKARTA, RAKA – Dinas Pangan dan Pertanian (Distan) Kabupaten Purwakarta menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan di lahan pertanian, terutama pada areal persawahan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan 77 unit pompa air berukuran 3 inci untuk membantu petani memenuhi kebutuhan irigasi saat debit air mulai menurun.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, mengatakan bantuan pompa air tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani dalam menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.
“Untuk menghadapi kekeringan, kami sudah menyiapkan 77 unit pompa air 3 inci. Sebanyak 75 unit diperuntukkan bagi kelompok tani, sementara dua unit digunakan untuk brigade Dinas Pangan dan Pertanian,” kata Hadyanto, Rabu (24/6).
Ia menjelaskan, pompa air tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber-sumber yang masih tersedia ke lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan air.
“Pompa ini kami siapkan agar petani tetap memiliki akses air untuk kebutuhan tanaman. Dengan begitu, risiko kekeringan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman maupun menurunkan hasil panen bisa diminimalkan,” ujarnya.
Selain menyiapkan sarana pompanisasi, Distan Purwakarta juga melakukan percepatan masa tanam padi agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang sebelum memasuki puncak musim kemarau.
“Antisipasi lainnya yaitu percepatan tanam padi dan penggunaan varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan, salah satunya padi biofortifikasi dengan varietas Inpago 13 Fortiz,” kata Hadyanto.
Menurutnya, penggunaan varietas yang lebih adaptif terhadap kondisi kekurangan air menjadi bagian penting dalam strategi menghadapi perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.
“Kami terus mendorong petani untuk menggunakan varietas yang lebih tahan terhadap cekaman kekeringan. Ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah,” ucapnya.
Tak hanya itu, Distan Purwakarta juga melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pertanian melalui petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kami melakukan monitoring lapangan secara berkala. Tujuannya untuk mendeteksi lebih dini apabila ada lahan yang mulai terdampak kekeringan atau muncul gangguan lain akibat perubahan iklim sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” katanya.
Hadyanto menambahkan, 77 unit pompa air yang disiapkan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang disalurkan kepada Kabupaten Purwakarta untuk memperkuat upaya antisipasi kekeringan di sektor pertanian.
“Pompa air ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI. Sebanyak 75 unit disalurkan kepada kelompok tani dan dua unit lainnya digunakan oleh brigade Dinas Pangan dan Pertanian untuk mendukung penanganan di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap berbagai langkah yang telah disiapkan dapat membantu petani menghadapi musim kemarau tanpa mengalami penurunan produksi yang signifikan.
“Kami berharap produktivitas pertanian, khususnya padi, tetap terjaga. Karena itu kami melakukan berbagai upaya sejak dini agar dampak kekeringan terhadap petani bisa ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (yat)



