Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
HEADLINE
Trending

Strategi Karawang Cetak Wirausaha Batik Lewat Pelatihan

KARAWANG, RAKA- Pelatihan membatik yang digelar Pemerintah Kabupaten Karawang tidak hanya diarahkan untuk memberikan keterampilan dasar kepada peserta. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya pengrajin sekaligus wirausaha baru yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Kepala Bidang UMKM Disperindagkop UKM Kabupaten Karawang, Leoni, mengatakan pelatihan dasar membatik berlangsung selama lima hari. Peserta dikenalkan dengan sejumlah teknik dasar, mulai dari membuat pola, pewarnaan hingga teknik batik tulis dan batik cap.

Meski berlangsung singkat, peserta ditargetkan sudah mampu menghasilkan kain batik secara mandiri setelah mengikuti pelatihan.

“Pelatihan selama lima hari itu fokusnya ke pengenalan dan kemampuan dasar. Kalau untuk memenuhi standar kualifikasi atau menjadi pengrajin profesional, peserta harus mengikuti training lanjutan untuk lebih menguasai teknik membatik,” katanya, Rabu (30/9).

Menurutnya, kemampuan dasar yang diperoleh dalam pelatihan perlu dilanjutkan dengan pembinaan agar peserta tidak berhenti setelah mengikuti kegiatan. Disperindagkop UKM Karawang juga membuka peluang fasilitasi legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga bantuan peralatan produksi bagi peserta yang serius menekuni usaha batik.

Saat ini, terdapat sekitar delapan unit usaha pengrajin batik yang berkembang di Kabupaten Karawang. Beberapa di antaranya memiliki fasilitas workshop, termasuk Batik Putri Sanggabuana dan Batik Tulis. Selain keterampilan produksi, persoalan pemasaran menjadi bagian yang turut diperhatikan.

Disperindagkop UKM Karawang memfasilitasi pemasaran produk batik dan kriya lokal melalui pameran secara offline di outlet Dekranasda Karawang.

Leoni menyebut peluang pasar produk batik dan kriya masih terbuka cukup luas. Sejumlah pelaku usaha bahkan telah mendapatkan pesanan dalam jumlah besar.

“Peluang pasar produk kriya dan batik sebetulnya sangat besar. Contohnya Gifa Craft dan Namita yang berhasil mendapatkan pesanan dalam jumlah besar, termasuk dari Bank BJB cabang Karawang,” ujarnya.

Di sisi permodalan, pemerintah daerah mendorong perajin memanfaatkan akses pembiayaan melalui perbankan maupun program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Salah satu yang telah mendapatkan dukungan yakni Batik Tulis melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Peruri. Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat lini produksi sekaligus memberdayakan tenaga kerja penyandang disabilitas.

Pada 2026, Disperindagkop UKM Karawang menyiapkan kuota pelatihan membatik sebanyak 100 peserta yang dibagi dalam beberapa angkatan. Dari pemantauan awal, sekitar 30 peserta dinilai memiliki minat dan potensi untuk melanjutkan ke tahap pembinaan berikutnya.

Para peserta tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengrajin, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri maupun membagikan keterampilan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya.
Disperindagkop UKM Karawang kini melakukan evaluasi dan monitoring terhadap lulusan pelatihan.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pola pembinaan pada 2027.

“Setiap anggaran harus dipertanggungjawabkan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Hasil evaluasi kegiatan 2026 ini akan menentukan apakah pada 2027 kita merekrut peserta baru atau fokus mendampingi peserta yang ada hingga terbentuk wirausaha mandiri,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button