
PURWAKARTA, RAKA – Kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar kembali menjadi sorotan setelah seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jumat (22/5).
Korban bernama Puryanto (70), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Karawang yang diketahui tinggal seorang diri di kamar kos tersebut. Penemuan korban bermula saat warga mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kamar korban dan semakin menyengat dalam beberapa hari terakhir.
Merasa curiga, warga kemudian melaporkan kondisi tersebut melalui layanan Call Center 110 Polri. Laporan itu langsung ditindaklanjuti cepat oleh jajaran Polres Purwakarta dengan menerjunkan Tim Inafis Satreskrim bersama personel gabungan lainnya ke lokasi kejadian.
Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan sterilisasi area dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar rumah kos. Karena tidak ada respons dari dalam kamar, polisi akhirnya melakukan pembongkaran pintu untuk memastikan kondisi penghuni.
Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan telah mengalami pembusukan. Tim Inafis kemudian melakukan identifikasi, dokumentasi tempat kejadian perkara, hingga pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari informasi warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma dan selama ini hidup seorang diri di tempat kos tersebut. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi.
Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini mengatakan, respons cepat yang dilakukan petugas merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara profesional.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, identifikasi dan pemeriksaan secara profesional guna memastikan situasi tetap aman serta memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujar Tini, Sabtu (24/5).
Ia menambahkan, kehadiran Tim Inafis tidak hanya sebatas melakukan identifikasi korban, tetapi juga memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur dan berdasarkan fakta di lapangan.
Selain itu, pihak kepolisian turut mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat, khususnya terhadap warga lanjut usia atau mereka yang tinggal sendiri.
“Kepedulian lingkungan sangat penting. Jika ada tetangga yang sudah lama tidak terlihat atau ditemukan kondisi mencurigakan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan RT, perangkat desa atau melapor ke kepolisian melalui layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ungkapnya. (yat)



