Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Karawang
Trending

5 Bulan Krisis Air, Warga Karawang Terima Bantuan Baznas

KARAWANG, RAKA – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang. Kondisi tersebut membuat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karawang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak, Selasa (15/9).

Penyaluran dilakukan di Kampung Cibereum, Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan, serta sejumlah wilayah di Kecamatan Pakisjaya yang juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ketua Baznas Kabupaten Karawang Drs. H. Karmin mengatakan, pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan telah dilakukan sejak akhir Juli 2026. Bantuan tersebut bersumber dari Baznas RI, Baznas Provinsi Jawa Barat, dan Baznas Kabupaten Karawang. Dalam pelaksanaannya, Baznas menggandeng BPBD Kabupaten Karawang untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Kabupaten Karawang Ahmad Taufiq Hidayat menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung sejak akhir Juli hingga awal Agustus, sedangkan tahap kedua dimulai pada 4 September 2026.

“Hingga saat ini Baznas telah menyalurkan 146.000 liter air bersih di 33 titik yang tersebar di lima kecamatan terdampak kekeringan,” ujarnya.

Lima kecamatan tersebut yakni Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, Telukjambe Barat di wilayah Karawang selatan, serta Pakisjaya di wilayah Karawang utara. Sementara itu, kondisi kekeringan cukup parah dirasakan warga Kampung Cibereum RT 07/RW 04, Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan.

Warga setempat bahkan harus mengandalkan satu titik sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Ketua Lingkungan Kampung Cibereum, Onen, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan. Menurutnya, kekurangan air bersih menjadi persoalan yang rutin terjadi setiap musim kemarau.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan Bapak Bupati Karawang yang sudah membantu masyarakat kami yang kekurangan air bersih,” katanya.

Onen menjelaskan, pada 2017 hingga 2019 warga masih dapat mengandalkan sumur gali dengan kedalaman sekitar tujuh meter. Namun, saat kemarau panjang, debit air semakin terbatas sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

“Di sini tidak ada mata air yang betul-betul bisa digunakan. Dulu kami menggunakan sumur gali dengan kedalaman rata-rata tujuh meter,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kekeringan tahun ini terasa lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Satu-satunya sumur yang masih dapat digunakan warga harus dimanfaatkan secara bergiliran hampir sepanjang hari.

“Dari jam enam pagi sampai jam enam sore tidak berhenti. Bahkan 24 jam tidak berhenti karena itu satu-satunya sumber air untuk masyarakat di sini,” ungkapnya.

Akibat keterbatasan tersebut, warga harus mengantre untuk mengambil air dari sumur. Kondisi itu setidaknya dirasakan sekitar 95 kepala keluarga atau 279 jiwa di wilayah tersebut.

“Semua mengandalkan satu titik sumur gali. Dari pagi sampai pagi lagi tidak berhenti, warga antre mengambil air di sana,” katanya.

Onen menambahkan, kesulitan mendapatkan air bersih telah berlangsung sekitar empat hingga lima bulan. Kondisi semakin berat karena cuaca panas yang cukup ekstrem.

“Parah banget untuk tahun ini. Panasnya juga luar biasa. Sudah sekitar empat sampai lima bulan seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai bantuan air bersih dari Baznas sangat membantu masyarakat. Distribusi air tersebut setidaknya dapat mengurangi beban warga yang selama ini harus mengantre untuk mendapatkan air.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk warga kami. Saya sangat berterima kasih kepada Baznas dan semua pihak yang sudah membantu masyarakat Kampung Cibereum,” tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button