KARAWANG, RAKA- Sebanyak 250 warga mengikuti cek kesehatan gratis yang digelar PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura di Kantor Kecamatan Karawang Timur, Selasa (15/9).
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian sembako gratis serta literasi dan edukasi keuangan bagi masyarakat, khususnya terkait pembiayaan modal usaha.
MBK Ventura menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan. Dua puskesmas turut diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Assistant Regional Manager Region 6 PT MBK Ventura, Mar’atus Solihah, mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan.
“Jadi kita ingin ada pemeriksaan secara dini ke masyarakat. CKG ini sebenarnya bersinergi dengan Dinas Kesehatan,” katanya, Selasa (15/9).
Selain 250 peserta yang mengikuti cek kesehatan, sekitar 50 masyarakat juga mengikuti kegiatan literasi dan edukasi keuangan. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pembiayaan modal usaha, termasuk cara membedakan pembiayaan yang legal dan ilegal. “Kita sekalian kasih edukasi tentang pembiayaan modal usaha, mana yang legal, mana yang ilegal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, MBK Ventura juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai skema pembiayaan yang ditawarkan perusahaan. Mar’atus mengatakan masih ada anggapan di tengah masyarakat yang menyamakan MBK dengan layanan pinjaman keliling.
Menurutnya, MBK merupakan perusahaan modal ventura nasional yang menyediakan pembiayaan modal kerja tanpa agunan, terutama bagi perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM.
“Padahal memang kita itu perusahaan modal ventura, yang pembiayaannya adalah untuk ibu-ibu prasejahtera dan sejahtera inklusif, untuk UMKM, untuk pembiayaan usaha,” jelasnya.
Khusus di wilayah Karawang, MBK menerapkan pembiayaan dengan sistem syariah. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk kebutuhan usaha dan disertai pemantauan terhadap keberlanjutan usaha nasabah. Mar’atus menjelaskan, keberlanjutan usaha menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika nasabah mengajukan kelanjutan pembiayaan.
“Ketika nanti kita akan melakukan survei setiap tahun ketika nasabah itu lanjut, kita akan cek usahanya. Ketika usahanya tidak ada, maka kita tidak bisa melanjutkan,” katanya.
Mar’atus berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, tetapi juga membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
“Harapan kami masyarakat dan nasabah kami lebih peduli tentang kesehatan, agar penanganan dini ketika nanti terjadi masalah dengan kesehatan. Kemudian masyarakat bisa memilih pembiayaan dengan benar dan menggunakan modalnya dengan benar,”harapnya.
Sementara itu, Camat Karawang Timur Bunawan turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran layanan kesehatan gratis dan edukasi keuangan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (zal)



