Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Karawang
Trending

Krisis Air Karawang: 2,3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

KARAWANG, RAKA – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang selama beberapa bulan terakhir berdampak terhadap 47.707 jiwa atau 14.491 kepala keluarga (KK). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat, kekeringan telah menjangkau delapan kecamatan dan 33 desa.‎

‎Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, distribusi air terus dilakukan melalui BPBD bersama sejumlah instansi, perusahaan, organisasi kemanusiaan, dan relawan. Hingga pembaruan data Jumat (18/10) pukul 08.00 WIB, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 2.314.000 liter.‎

‎Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Karawang H. Ari Maulana SKM, MM mengatakan, dari total distribusi tersebut, sebanyak 614.000 liter disalurkan langsung oleh BPBD. Sementara itu, 1,7 juta liter lainnya merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.

‎“Total distribusi air bersih di Kabupaten Karawang mencapai 2.314.000 liter, terdiri dari 614.000 liter dari BPBD dan 1.700.000 liter hasil kolaborasi dengan berbagai pihak,”katanya, Senin (19/10).

‎Kolaborasi tersebut melibatkan PDAM, TNI, Polri, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PMI, Baznas Karawang, Tagana, Pramuka, serta sejumlah organisasi relawan. Dukungan juga datang dari perusahaan dan kawasan industri, di antaranya KIIC, Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM), Kawasan Artha Graha, Pupuk Kujang, Astra Honda, PT Surya Cipta Swadaya, Pertamina Patra Niaga, dan PT Bridgestone Tire Indonesia. ‎

“Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama warga yang kesulitan memperoleh air bersih untuk keperluan sehari-hari,”ungkapnya.

‎Berdasarkan data BPBD, sambungnya, Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru menjadi dua wilayah yang masing-masing mencatat tujuh desa terdampak. Di Kecamatan Pangkalan, desa yang mengalami kekeringan meliputi Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari, Medalsari, Cintaasih, dan Tamanmekar.
‎Sementara di Kecamatan Tegalwaru, wilayah terdampak mencakup Desa Kutalanggeng, Cintalanggeng, Cintalaksana, Cigunungsari, Cipurwasari, Kutamaneuh, dan Cintawargi.

‎Lalu, di Kecamatan Ciampel, kekeringan melanda Desa Mulyasejati, Kutanegara, Parungmulya, Kutamekar, dan Mulyasari. Adapun di Kecamatan Telukjambe Barat, wilayah terdampak meliputi Desa Wanakerta, Margakaya, Wanajaya, dan Mekarmulya. ‎

“Kekeringan juga terjadi di Kecamatan Telukjambe Timur, tepatnya di Desa Sukaluyu, Puserjaya, dan Sirnabaya. Di Kecamatan Pakisjaya, terdapat lima desa terdampak, yakni Telagajaya, Solokan, Tanah Baru, Tanjungpakis, dan Tanjungmekar,”terangnya.‎
‎Selain itu, BPBD mencatat satu desa terdampak di Kecamatan Klari, yakni Desa Curug, serta Desa Kamojing di Kecamatan Cikampek. ‎Dengan cakupan wilayah yang mencapai delapan kecamatan, penyaluran air bersih masih menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. ‎”Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bersih bagi warga selama kondisi kekeringan berlangsung,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button